Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Produk UMKM Senilai Rp1,1 Miliar Dibeli Pemprov Jatim

Pemda di seluruh Jatim diharapkan ikut berperan aktif dalam program Jatim Belanja Online (Jatim Bejo) ini guna memberikan kontribusi yang positif dalam peningkatan peran serta pelaku usaha kecil menengah dalam belanja daerah.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 24 Februari 2021  |  14:56 WIB
Ilustrasi produk UMKM. - Pertamina
Ilustrasi produk UMKM. - Pertamina

Bisnis.com, SURABAYA — Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah melakukan pembelanjaan barang maupun jasa dari para usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) Jatim mencapai Rp1,1 miliar melalui program Jatim Belanja Online (Jatim Bejo)

Belanja barang dan jasa dari UMKM itu dilakukan sejak 1 Januari - 23 Februari 2021 sebagai salah satu upaya pemerintah dalam memberikan stimulus bagi perekonomian daerah di tengah pandemi.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan untuk mendorong optimalisasi program pengadaan barang dan jasa melalui pemberdayaan pelaku UMKM ini, dia telah mengeluarkan SE Gubernur Jatim No.027/2237/022.1/2021 tentang pelaksanaan program Jatim Bejo per 23 Februari 2021.

“Kita ingin mendorong bagaimana percepatan internalisasi yang terintegrasi terhadap perubahan budaya kerja menuju digitalisasi proses pengadaan barang dan jasa dengan cara mengoptimalkan pemanfaatan e-marketplace Jatim Bejo. Kami yakin upaya ini bisa terus kita lakukan dengan maksimal,” katanya, Rabu (24/2/2021).

Adapun program Jatim Bejo ini telah memanfaatkan e-marketplace dalam bentuk toko dalam jaringan (daring) untuk pengadaan barang/jasa Pemprov Jatim.  

Dalam platform Jatim Bejo tersebut, jumlah penyedia UMK yang terdaftar dalam Jatim Bejo mencapai 638 penyedia barang dan jasa. Sedangkan dari total transaksi pengadaan barang dan jasa sebesar Rp1,1 miliar, berasal dari 759 pesanan dengan kontribusi paling tinggi berupa kategori makanan dan minuman.

Hanya saja, hingga kini belum semua pemkot/pemkab di Jatim yang bergabung dengan Jatim Bejo. Saat ini yang sudah menyatakan bergabung adalah Gresik, Lumajang, Bondowoso, Situbondo, Sidoarjo, Lamongan, kota/kabupaten Probolinggo, Kota Malang, Madiun, Kediri dan Kota Batu.

Khofifah menambahkan, pemda di seluruh Jatim diharapkan ikut berperan aktif dalam program Jatim Bejo ini guna memberikan kontribusi yang positif dalam peningkatan peran serta pelaku usaha kecil menengah dalam belanja daerah. 

"Kami yakin dengan belanja dari UMKM kita sendiri, maka Jatim dapat meningkatkan penggunaan produk dalam negeri dan produk lokal lebih signifikan,” imbuhnya.

Dia juga memastikan bahwa melalui Dinas Koperasi dan UKM Jatim, serta pejabat pembuat komitmen, maupun pejabat pengadaan akan melakukan pembinaan dan pendampingan bagi pelaku UMKM yang ikut dalam toko daring ini.

 

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

umkm jatim khofifah
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top