Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jatim Bebas Zona Merah Covid-19, Kasus Harian Menyamai Level Mei-Juli 2020

Provinsi Jawa Timur mengumumkan 38 kabupaten/kota di daerah setempat kini berstatus zona oranye alias berisiko sedang Covid-19.
Miftahul Ulum
Miftahul Ulum - Bisnis.com 24 Februari 2021  |  13:07 WIB
Zona risiko Covid/19 di Jawa Timur.
Zona risiko Covid/19 di Jawa Timur.

Bisnis.com, SURABAYA - Provinsi Jawa Timur mengumumkan 38 kabupaten/kota di daerah setempat kini berstatus zona oranye alias berisiko sedang Covid-19.

Jawa Timur per Selasa (23/2/2021) memiliki kasus kumulatif Covid-19 sebanyak 127.013 orang, sebanyak 114.024 orang sembuh (89,77 persen), 4.031 orang dirawat (3,17 persen), dan meninggal 8.958 orang (7,05 persen). Di wilayah ini terdapat 8.538 orang suspect dan 977 probable.

Sementara bila dilihat grafik harian, kasus baru beberapa waktu terakhir di Jawa Timur menyamai level Mei-Juli 2020. Meski semakin menurun, pertambahan kasus ini grafiknya masik fluktuatif, terkadang tinggi tetapi kadang kala rendah.

Bila dirinci berdasar kelamin, kasus positif Covid-19 di Jatim sebanyak 52,3 persen perempuan dan 47,7 persen laki-laki. Meski demikian, untuk pasien meninggal sebanyak 48,9 persen perempuan dan 51,1 persen laki-laki.

Sementara bila dirinci berdasar umur, pasien berumur 46-59 tahun dominan (28,9 persen), umur 31-45 tahun posisi kedua (27,7 persen) dan umur 19-30 tahun (19,7 persen). Posisi umur dan pasien dirawat dan sembuh hampir serupa. Hanya untuk kasus kematian 50,5 persen merupakan pasien berumur lebih dari 60 tahun. Selanjutnya 20,9 persen pasien meninggal berusaha 46-59 tahun dan 14,6 persen usia 31-45 tahun.

Adapun kondisi penyerta positif Covid-19 sebanyak 44 persen diabetes melitus, 40,4 persen hipertensi dan 20,6 persen hamil, dan 14,9 persen sakit jantung.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan di wilayahnya dilakukan perpanjangan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro untuk semakin menurunkan penyebaran kasus COVID-19.

“Iya diperpanjang. Sebab memang masih diperlukan upaya yang lebih besar lagi untuk dapat menurunkan penyebaran corona,” ujarnya di Gedung Negara Grahadi di Surabaya, Senin (22/2/2021).

PPKM mikro diberlakukan di Jatim telah dimulai sejak 9 Februari 2021 dan berakhir pada 22 Februari 2021.

Pemerintah pusat, melalui Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian juga telah mengirimkan edaran berupa Instruksi Mendagri Nomor 04 Tahun 2021 tentang Perpanjangan PPKM Mikro, yakni mulai 23 Februari 2021 hingga 8 Maret 2021.

Menurut Khofifah, PPKM jilid pertama, kedua dan PPKM mikro memang sudah menunjukkan beberapa hasil signifikan, namun pihaknya merasa perlu ada perpanjangan agar hasilnya maksimal.

Khofifah menjelaskan, selama pelaksanaan PPKM mikro, hasil signifikan tampak pada penurunan jumlah pasien Covid-19 yang harus dirawat di Ruang Isolasi Biasa maupun ICU.

Selama PPKM tahap 1 dan 2 serta PPKM Mikro, BOR Isolasi biasa di Jatim telah berhasil turun dari 79 persen menjadi 46 persen.

BOR ICU juga telah berhasil turun dari 72 persen menjadi 57 persen, atau artinya keterisian rumah sakit di Jatim sudah sesuai syarat dari WHO, yakni di bawah 60 persen.

Sebelum dilaksanakan PPKM Mikro, kata dia, juga terdapat 210 RT zona merah atau berisiko tinggi penularan di Jatim sesuai dengan kriteria Gugus Tugas Covid-19 Nasional.

Lalu, RT zona merah adalah RT dengan 10 warga yang menderita positif COVID-19 dalam tujuh hari terakhir.

“Di Akhir PPKM Mikro ini, saat ini RT Zona merah sudah tidak ada lagi atau nihil,” kata orang nomor satu di Pemprov Jatim tersebut.

Zona merah di wilayah setempat juga mengalami penurunan signifikan, di awal tahun 2021 Jatim masih memiliki delapan daerah, namun pekan ini hanya menyisakan satu kabupaten, yaitu Jombang.

Gubernur Khofifah tetap meminta seluruh masyarakat di Jatim diharapkan tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan serta membatasi mobilisasi dan interaksi.

"Jangan sampai lengah dan terus tingkatkan disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan,” tutur Khofifah.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jatim Virus Corona

Sumber : Satgas Covid, Pemprov Jatim dan Antara

Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top