Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ngawi Alami Penambahan Pasien Positif Covid-19 Terbanyak Selama Pandemi

Lebih lanjut dijelaskan pula bahwa dari 60 kasus baru tersebut, sebagian besar tertular Covid-19 karena merupakan kontak erat dengan kasus konfirmasi sebelumnya, yakni mencapai 46 orang.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 15 Januari 2021  |  06:17 WIB
Ngawi Alami Penambahan Pasien Positif  Covid-19 Terbanyak Selama Pandemi
Ilustrasi - Sampel darah yang terindikasi positif Virus Corona. - Antara
Bagikan

Bisnis.com, NGAWI - Pemerintah Kabupaten Ngawi mengonfirmasi sebanyak 60 kasus baru positif Covid-19 pada Kamis (14/1) 2021, sehingga total warga yang terinfeksi virus corona jenis baru penyebab Covid-19 di wilayah setempat menjadi 792 orang.

"Total jumlah kasus positif Covid-19 di Ngawi kini menjadi sebanyak 792 orang," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Ngawi drg. Endah Pratiwi dalam keterangan yang disampaikan melalui media sosial resmi Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Pemerintah Kabupaten Ngawi, Kamis (15/1/2021) malam.

Disebutkan bahwa penambahan 60 kasus baru tersebut merupakan terbanyak selama pandemi, yang berasal dari sejumlah kecamatan di Kabupaten Ngawi.

Sesuai data, dari 60 pasien terkonfirmasi baru tersebut, sebanyak 21 orang merupakan warga Kecamatan Mantingan, 14 pasien warga Kecamatan Widodaren, tujuh pasien dari Ngawi, enam pasien dari Kecamatan Paron, dua asal Kecamatan Padas, serta Kecamatan Kedunggalar, Sine, Bringin, dan Pangkur masing-masing satu orang.

Lebih lanjut dijelaskan pula bahwa dari 60 kasus baru tersebut, sebagian besar tertular Covid-19 karena merupakan kontak erat dengan kasus konfirmasi sebelumnya, yakni mencapai 46 orang.

Sedangkan sisanya sebanyak sembilan orang merupakan kasus suspek, empat orang ditemukan dari hasil tes cepat yang reaktif, dan satu orang lagi terkonfirmasi setelah melakukan tes usap secara mandiri.

Selain 60 pasien konfirmasi baru, Pemkab Ngawi juga mencatat tambahan tiga pasien meninggal dunia karena terinfeksi Covid-19. Pasien meninggal dunia tersebut tercatat warga Kecamatan Widodaren, Matingan, dan Pangkur.

Selain itu, Ngawi juga mencatat lima pasien sembuh dari Covid-19 pada Kamis 14 Januari ini. Sehingga total kasus sembuh menjadi 587 orang.

Dengan tambahan 60 kasus konfirmasi baru, tiga pasien meninggal, dan lima pasien sembuh, maka hingga Kamis ini terdapat 792 warga Ngawi terkonfirmasi Covid-19. Dari jumlah tersebut, sebanyak 587 orang dinyatakan sembuh, 48 orang meninggal, dan 157 menjalani isolasi serta perawatan.

Saat ini Ngawi termasuk dalam daftar 11 kabupaten/kota di Jawa Timur yang wajib menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mulai 11–25 Januari dalam rangka menekan penyebaran Covid-19

Selain kebijakan PPKM, Pemkab Ngawi juga terus meminta warganya disiplin menerapkan protokol kesehatan guna mencegah penyebaran Covid-19, yakni dengan memakai masker, rajin mencuci tangan memakai sabun di air mengalir, dan menjaga jarak, demikian Endah Pratiwi.

Merujuk data Pemprov Jatim, Rabu (13/1/2021) kasus positif Covid-19 di Ngawi bertambah 8 orang, sembuh 1 orang, meninggal 1 orang. Selasa (12/1/2021) kasus positif bertambah 9 orang, sembuh 3 orang, meninggal 3 orang. Senin (11/1/2021) kasus positif bertambah 1 orang, sembuh 4 orang, meninggal tidak ada pertambahan.

Adapun pada Minggu (10/1/2021), kasus positif Corona bertambah 11 orang, sembuh 2 orang dan meninggal 1 orang. Sabtu (9/1/2021), kasus positif bertambah 15 orang, sembuh 14 orang dan meninggal 1 orang. Jumat (8/1/2021), positif bertambah 38 orang, sembuh 23 ornag dan meninggal 1 orang.

Kasus aktif Covid-19 di Ngawi per 14 Januari sebanyak 157 orang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jatim Virus Corona ngawi

Sumber : Antara dan Pemprov Jatim

Editor : Miftahul Ulum
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top