Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Laju Covid-19 Kencang, Pemkot Malang Sinkronisasi Data

Kumulatif kasus positif corona di Kota Malang sebanyak 4.286 orang, 3.532 orang sembuh dan 409 orang meninggal. Sehingga kini ada 345 kasus aktif di Kota Pendidikan ini.
Choirul Anam
Choirul Anam - Bisnis.com 12 Januari 2021  |  06:12 WIB
Wali Kota Malang Sutiaji pada Rapat Kordinasi Sinkronisasi Data Covid-19 di Malang, Senin (11/1/2021). - Istimewa
Wali Kota Malang Sutiaji pada Rapat Kordinasi Sinkronisasi Data Covid-19 di Malang, Senin (11/1/2021). - Istimewa

Bisnis.com, MALANG — Jumlah penambahan kasus harian Covid-19 di Kota Malang mencapai 60 orang kasus baru, 52 orang sembuh dan 6 meninggal per Senin (11/1/2021).

Kumulatif kasus positif corona di Kota Malang sebanyak 4.286 orang, 3.532 orang sembuh dan 409 orang meninggal. Sehingga kini ada 345 kasus aktif di Kota Pendidikan ini.

Sementara pertambahan harian kasus pada Minggu (10/1/2021) sebanyak 67 orang positif, 26 orang sembuh dan 5 orang meninggal. Sabtu (9/1/2021) sebanyak 60 orang positif, 83 orang sembuh dan 5 orang meninggal. Jumat (8/1/2021) sebanyak 61 orang positif, 107 orang sembuh dan 2 orang meninggal.

Adapun pada Kamis (7/1/2021) sebanyak 55 orang positif terinfeksi Covid-19, 15 orang sembuh dan 2 orang meninggal. Rabu (6/1/2021) sebanyak 59 orang positif, 69 orang sembuh dan 3 orang meninggal. Selasa (5/1/2021) sebanyak 45 orang positif, 20 orang sembuh dan 3 orang meninggal.

Penambahan kasus baru pada Senin (4/1/2021) sebanyak 49 orang positif, 50 orang sembuh dan 4 orang meninggal. Minggu (3/1/2021) sebanyak 51 orang, 27 orang sembuh dan 6 orang meninggal. Sabtu (2/1/2021) sebanyak 46 orang positif, 45 orang sembuh dan 2 orang meninggal. Jumat (1/1/2021) sebanyak 34 orang positif, 26 orang sembuh dan 5 orang meninggal.

Dalam perkembangan lain, Pemkot Malang segera melakukan sinkronisasi data Covid-19 untuk dapat menekan angka pertambahan angka positif serta meningkatkan angka kesembuhannya.

Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan sinkronisasi dan updating angka kasus Covid-19 di Kota Malang serta untuk merevitalisasi konsep dan pemahaman mengenai perkembangan angka kasus tersebu penting karena verifikasi data terkait pasien Covid-19 di Kota Malang kurang sinkron.

“Karena itulah, perlu adanya kesamaan pemahaman terkait data tersebut," katanya ujarnya di sela-sela Rapat Kordinasi Sinkronisasi Data Covid-19 di Malang, Senin (11/1/2021).

Masifnya penambahan jumlah kasus dan masih tingginya angka kematian akibat Covid, kata dia, menjadi alasan perlunya Pemerintah Kota Malang mengetahui angka pasti penambahan kasus tersebut.

Dalam rapat kordinasi yang diselenggarakan di Gedung Bersama Balai Kota Malang, dia berharap seluruh rumah sakit penyedia laboratorium PCR bisa terbuka dengan puskesmas dan pemerintah, mengenai jumlah pasien Covid-19 agar sinkronisasi data bisa sesuai.

“Saling berkordinasi dan berkomunikasi dengan Dinas maupun Puskesmas untuk angka positif, kesembuhan, dan lain-lain. Goal kita menekan angka positif (Covid) dan meningkatkan angka kesembuhan di Malang,” ucapnya.

Data penderita Covid-19 dari laboratorium-laboratirum PCR, kata dia, menjadi krusial guna memudahkan pemerintah untuk mendapat angka yang akurat. Selain itu juga untuk membantu petugas Puskesmas melakukan tracing alamat dan memberikan penanganan yang tepat.

“Terkait data kesembuhan pasien, sudah kami catat dan kami verifikasi. Namun memang kami membutuhkan waktu untuk sinkronisasi data. Sedangkan laporan kesembuhan pasien yang masuk, lebih cepat daripada proses pencatatan data,” ujar Sri Winarni, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang.(K24)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jatim malang
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top