Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kematian Akibat Covid-19 di Jatim Tertinggi, Tembus 6.241 Kasus

Pemerintah Provinsi Jawa Timur sendiri memastikan akan terus meningkatkan kapasitas rawat bagi pasien Covid-19 guna mengantisipasi peningkatan pasien baru yang dalam dua bulan terakhir terus meningkat.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 07 Januari 2021  |  18:48 WIB
Tenaga kesehatan menyiapkan vaksin saat simulasi vaksinasi Covid-19. - Antara/Moch Asim.
Tenaga kesehatan menyiapkan vaksin saat simulasi vaksinasi Covid-19. - Antara/Moch Asim.

Bisnis.com, SURABAYA - Data Satgas Covid-19 Jawa Timur pada 7 Januari 2021 mencatatkan jumlah kematian akibat corona di provinsi dengan 38 kabupaten/kota ini mencapai 6.241 orang atau 6,97 persen.

Melihat tren kasus kematian, di Jatim merupakan tertinggi jika dibandingkan dengan kasus kematian di sejumlah daerah lain seperti di Jawa Tengah yang telah mencapai 3.935 kasus, dan di DKI Jakarta sebanyak 3.403 kasus meninggal.

Bahkan penambahan kasus kematian per 7 Januari ini di Jatim juga tertinggi yakni sebanyak 68 kasus, disusul Jawa Tengah 47 kasus, DKI Jakarta 21 kasus, Banten 9 kasus, Yogyakarta 6 kasus dan Jawa Barat 2 kasus.

Adapun untuk kasus positif baru Jatim pada 7 Januari 2021 terdapat tambahan kasus baru sebanyak 948 kasus, sehingga secara kumulatif kasus positif Covid-19 telah mencapai 89.590 kasus. Sementara jumlah pasien yang sudah sembuh dari total kasus tersebut yakni sebanyak 77.102 orang, dan yang masih dirawat sebanyak 6.247 orang.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur sendiri memastikan akan terus meningkatkan kapasitas rawat bagi pasien Covid-19 guna mengantisipasi peningkatan pasien baru yang dalam dua bulan terakhir terus meningkat.

Wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak mengatakan pihaknya sebelumnya telah meninjau dua tempat isolasi pasien Covid-19 yakni di Asrama Haji Surabaya dan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Jatim.

“Kami akan terus meningkatkan kapasitas rawat bagi pasien Covid-19. Di sisi lain, kami juga terus berupaya mengendalikan angka penyebaran Covid-19,” Katanya, Kamis (7/1/2021).

Dia mengatakan tempat isolasi di Asrama Haji Surabaya memiliki kapasitas yang cukup memadai guna mengantisipasi jika ada tambahan kasus yang besar, terutama tempat tersebut diperuntukan bagi pasien dengan gejala ringan atau tanpa gejala.

Sedangkan di BPSDM Jatim, telah disiapkan sebanyak 3 asrama yang diperuntukkan bagi tempat isolasi mandiri. Namun bila pasien melonjak, maka BPSDM Jatim akan memfungsikan sebanyak 6 asrama, serta memfungsikan ruang lain seperti ruang kelas dan ruang makan.

Emil pun mengimbau agar masyarakat patuh terhadap protokol kesehatan sebagai salah satu cara yang efektif untuk menekan laju penularan virus Covid-19.

“Karena hanya dengan cara disiplin prokes yang efektif mencegah penularan Covid-19,” imbuhnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jatim surabaya Virus Corona
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top