Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kasus Kematian Akibat Covid-19 di Jatim Naik, Ini Kata Satgas

Pasien yang meninggal dengan positif Covid-19 ini rata-rata usianya 55 tahun, dan risiko kematian karena Covid-19 ini terjadi pada penderita berusia di atas 60 tahun yang mencapai 2,9 persen.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 04 Januari 2021  |  12:56 WIB
Petugas kesehatan mengambil sampel darah Aparatur Sipil Negara (ASN) saat tes diagnostik cepat (rapid test) Covid-19 secara massal di Pemkab Madiun, Jawa Timur, Senin (4/1/2021). Pemkab Madiun menggelar rapid test bagi seluruh ASN di kantor Pusat Pemerintahan Pemkab Madiun guna mencegah penularan penyakit yang disebabkan virus corona menyusul banyaknya kasus positif Covid-19 secara nasional. - Antara/Siswowidodo.
Petugas kesehatan mengambil sampel darah Aparatur Sipil Negara (ASN) saat tes diagnostik cepat (rapid test) Covid-19 secara massal di Pemkab Madiun, Jawa Timur, Senin (4/1/2021). Pemkab Madiun menggelar rapid test bagi seluruh ASN di kantor Pusat Pemerintahan Pemkab Madiun guna mencegah penularan penyakit yang disebabkan virus corona menyusul banyaknya kasus positif Covid-19 secara nasional. - Antara/Siswowidodo.

Bisnis.com, SURABAYA - Satgas Penanganan Covid-19 Jawa Timur kembali mengingatkan masyarakat untuk tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan (prokes) di manapun berada mengingat tren kasus positif Covid-19 di Jatim masih tinggi, bahkan tingkat kematian meningkat menjadi 6,96 persen.

Satgas Kuratif Covid-19 Jatim, dr. Makhyan Jibril Al Farabi mengatakan dari kasus kematian karena Covid-19 sebesar 91 persen disebabkan adanya penyakit penyerta atau komorbid.

“Pasien yang meninggal dengan positif Covid-19 ini rata-rata usianya 55 tahun, dan risiko kematian karena Covid-19 ini terjadi pada penderita berusia di atas 60 tahun yang mencapai 2,9 persen,” jelasnya, Senin (4/1/2021).

Dia memaparkan rerata kasus kematian karena Covid-19 dengan penyakit penyerta yang tertinggi adalah penderita diabetes yang mencapai 29,6 persen, hipertensi 23 persen, penyakit jantung 19 persen, penyebab kematian gagal nafas 62 persen, gagal jantung akut 15 persen dan infeksi sistemik 18 persen.

Adapun berdasarkan data Satgas Covid-19 Jatim per 3 Januari 2021, jumlah kasus positif secara kumulatif mencapai 86.361 kasus. Dari jumlah itu sebanyak 74.355 orang telah sembuh atau setara dengan 86,10 persen.

Sedangkan jumlah kasus yang tercatat meninggal telah mencapai 6.009 kasus atau setara 6,96 persen. Tingkat kematian tersebut meningkat jika dibandingkan data kasus pada 30 Desember 2020 yang sebesar 6,93 persen.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa yang telah menyatakan dirinya sedang terpapar Covid-19 dan melakukan isolasi mandiri juga terus mengingatkan masyarakat melalui akun Instagramnya untuk disiplin memakai masker, rajin mencuci tangan dengan sabun, dan selalu menjaga jarak atau menghindari kerumunan orang.

“Kepada seluruh masyarakat Jatim, saya mohon untuk tetap mematuhi protokol kesehatan. Jangan pernah menyepelekan virus ini. Semoga Allah SWT melindungi kita semua dan bangsa Indonesia,” tulis Khofifah dalam akun Instagramnya.

"Mari kita terus saling menjaga dan mengingatkan untuk terus disiplin memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun. Semoga kita semua diberi nikmat kesehatan oleh Allah SWT," tulis Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa melalui akun instagram pribadinya, Minggu (3/1/2021).

Saat ini, Khofifah sedang menjalani isolasi mandiri setelah dinyatakan positif Covid-19.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jatim khofifah
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top