Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

KM Mentari Crystal Tenggelam, TTL Pastikan Operasional Tak Terganggu

Kapal yang memiliki panjang 84,57 meter dengan lebar 14 meter ini posisinya masih berada di dasar laut.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 16 November 2020  |  17:30 WIB
Sejumlah truk mengantre muatan peti kemas di Terminal Teluk Lamong, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (13/2/2020). - Antara/Didik Suhartono
Sejumlah truk mengantre muatan peti kemas di Terminal Teluk Lamong, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (13/2/2020). - Antara/Didik Suhartono

Bisnis.com, SURABAYA - Terminal Teluk Lamong (TTL) memastikan kegiatan operasional pelabuhan sejauh ini tidak terganggu akibat kejadian tenggelamnya KM Mentari Crystal pada 15 November 2020.

Direktur Utama PT TTL, Faruq Hidayat mengatakan kapal yang mengangkut 137 boks peti kemas tersebut tenggelam di sekitar dermaga domestik TTL. Dijelaskannya, sebelum tenggelam, kapal tersebut sandar di dermaga TTL pada 8.30 WIB dan estimasi selesai bongkar pada pukul 16.00 WIB.

“Setelah kejadian tenggelam, sesuai prosedur kami bersama-sama dengan Otoritas Pelabuhan, Syahbandar dan operator kapal tersebut segera menanganinya,” jelasnya dalam konferensi pers via Zoom, Senin (16/11/2020).

Kepala Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Perak, Arif Toha mengatakan kapal yang memiliki panjang 84,57 meter dengan lebar 14 meter ini posisinya masih berada di dasar laut.

“Dengan kerja sama, sinergi dan kolaborasi operator, TTL dan instansi terkait, kejadian ini bisa ditangani dengan baik sehingga kegiatan logistik di TTL maupun di Tanjung Perak tidak terganggu,” katanya.

Selain itu, jadwal sandar kapal lain di TTL juga sementara diarahkan ke area dermaga internasional.

“Upaya evakuasi berjalan baik, dan juga terkait investigasi penyebabnya masih dalam proses. Jadi kegiatan tetap lancar dan dapat diatasi,” imbuhnya.

Kepala Kesyahbandaraan Utama Tanjung Perak, Sudiono menambahkan saat ini pihaknya juga bersama Pelindo III memasang tanda di sekitar lokasi kejadian tenggelamnya kapal, sekaligus untuk mengantisipasi bila ada pencemaran dari minyak akibat kapal tenggelam.

“Sejauh ini tidak ada pencemaran di sekitar lokasi kejadian kapal. Di sekitarnya juga kita pasang rambu-rambu navigasi yang menandakan ada bahaya kerangka kapal,” katanya.

Selain itu, pihaknya juga telah membuat surat edaran yang menginfokan kepada seluruh operator kapal yang ada di wilayah Jatim jika ada kapal tenggelam di perairan TTL. Meski begitu, lanjutnya, dari kejadian tersebut, tidak ada korban jiwa, sebanyak 18 crew kapal telah dievakuasi.

Direktur PT Mentari Mas Multimoda, Anthony Soenardi menambahkan pihaknya selaku pemilik kapal KM Mentari Crystal akan bertanggung jawab atas tenggelamnya kapal, dan akan segera melakukan proses evakuasi bangkapai kapal sesuai undang-undang yang berlaku.

“Tangung jawab kami adalah mempercepat pengangkatan kapal, dengan menggandeng pihak lain untuk proses pengangkatan kapal,” imbuhnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pelindo iii jatim teluk lamong tanjung perak
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top