Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Minat Budi Daya Alpukat Meningkat

Dua tahun terakhir permintaan naik tajam.
Choirul Anam
Choirul Anam - Bisnis.com 04 September 2020  |  07:26 WIB
Mentan Syahrul Yasin Limpo (kiri) saat melihat bibit pohon alpukat di Kabupaten Malang, Kamis (3/9/2020). - Istimewa
Mentan Syahrul Yasin Limpo (kiri) saat melihat bibit pohon alpukat di Kabupaten Malang, Kamis (3/9/2020). - Istimewa

Bisnis.com, MALANG - Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mendorong pengembangan bibit unggul di Kabupaten Malang, Jawa Timur, karena potensinya besar dalam mengembangkan budi daya buah dan aneka tanaman hortikultura.

"Kami hadir disini untuk memastikan bahwa program-program yang ada di Malang akan terus kami dorong demi menghadirkan bibit-bibit yang unggul dan berkualitas," ujar Mentan saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Malang, Kamis (3/9/2020).

Menurut dia, Kabupaten Malang sejak lama sudah dikenal memiliki kemampuan expert dalam bidang pembibitan. Hal ini terjadi karena kolaborasi kinerja Gapoktan dan pemerintah daerah berlangsung dengan baik.

"Hari ini saya menyaksikan ada bibit alpukat kita yang dikembangkan dengan cukup apik dan saya yakin ini akan menjadi kontribusi sumbangsih hadirnya alpukat-alpukat kualitas tinggi di negara Indonesia," katanya.

Oleh karena itu, Mentan mengapresiasi kinerja Bupati Malang Sanusi yang menyiapkan sarana prasarana produksi pertanian secara lengkap, sehingga kelompok tani mampu termotivasi melakukan inovasi yang dapat menjadi andalan nasional.

"Penanganan Bupati di Malang ini luar biasa dan kelihatannya kalau kepala daerah mendorong seperti ini, kelompok tani akan bisa berkembang serta kualitas tanaman-tanaman kita bisa lebih baik," katanya.

Salah satu penangkar bibit alpukat dari Kelompok tani Karya Makmur Gapoktan Nakula. Nyoto, ketua Gapoktan tersebut mengaku senang karena selama ini Kementan selalu memberikan bantuan berupa training pasca panen, budidaya, serta bantuan alsintan yang cukup masif.

"Berkat bantuan tersebut kami di desa sudah mengenal pertanian modern dari sistem treatment tanah, pupuk, dan pemilihan bibit," katanya.

Dia menilai dari tahun ke tahun usaha alpukat mengalami peningkatan yang cukup tajam, terutama dalam dua tahun terakhir. Hasil dari panen alpukatnya disuplai ke berbagai macam daerah.

"Permintaan buah luar biasa. Untuk pohon buah yang berumur 15 tahun bisa menghasilkan pendapatan 22 juta. Umur 5 tahun ada yang menghasilkan 7 juta," ucapnya.

Desa Wonorejo Kabupaten Malang memiliki luas lahan dua hektare untuk penakar benih. Dari luasan tersebut, saat ini sudah ada 30.000 pohon alpukat yang siap dipanen.(K24)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pertanian buah malang
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top