Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

OJK Malang Dorong Perbankan Pacu Kredit

Loan to deposit ratio (LDR) sebesar 71,77 persen pada posisi Mei yang menunjukkan bahwa dana masyarakat yang tersimpan di bank tidak seluruhnya disalurkan ke kredit.
Choirul Anam
Choirul Anam - Bisnis.com 08 Juli 2020  |  19:51 WIB
Kepala OJK Malang Sugiarto Kasmuri di kantornya, Rabu (8/7/2020). - Bisnis/Choirul Anam
Kepala OJK Malang Sugiarto Kasmuri di kantornya, Rabu (8/7/2020). - Bisnis/Choirul Anam

Bisnis.com, MALANG — OJK Malang mendorong perbankan, terutama perbankan BUMN, untuk dapat memacu penyaluran kredit agar sektor riil di wilayah kantor tersebut bisa tumbuh di era pandemi.

Kepala OJK Malang Sugiarto Kasmuri mengatakan selain ada ruang untuk melakukan ekspansi dalam menyalurkan kredit karena likuiditas perbankan di Wilayah Kerja OJK Malang juga menunjukkan kondisi yang baik.

Hal itu tercermin dari loan to deposit ratio (LDR) sebesar 71,77 persen pada posisi Mei yang menunjukkan bahwa dana masyarakat yang tersimpan di bank tidak seluruhnya disalurkan ke kredit namun juga digunakan untuk mengantisipasi kebutuhan transaksi masyarakat, juga ada penempatan dana pemerintah ke bank BUMN yang diatur dalam PMK No.70/PMK.05/2020.

“Dengan adanya PMK tersebut, maka likuiditas bank BUMN tentu akan semakin meningkat,” katanya di sela-sela Diskusi Percepatan Stimulus Pembiayaan Ekonomi untuk Pertumbuhan Ekonomi di Malang, Rabu (8/7/2020).

Ekspansi penyaluran kredit di era pandemi, kata dia, perlu ada keseimbangan antara sisi pasokan, kredit bank, dan sisi permintaan, yakni pelaku ekonomi.

Dari sisi pasokan, sangat tinggi karena selain LDR masih 71,77 persen, juga ada tambahan likuiditas karena ada penempatan dana dari pemerintah. Namun dari sisi permintaan perlu dicermati karena tidak semua sektor riil bisa dibiayai perbankan. Sektor riil yang potensi berkembangnya tinggi layak untuk dibiayai. Jika tidak, maka akan menjadi beban perbankan karena akan mendongkrak angka NPL.

Oleh karena itulah, kata Sugiarto, perlu ada sinergitas antara perbankan dan pelaku ekonomi. Karena alasan itu pula, OJK Malang memfasilitasi pertemuan antara perbankan dengan asosiasi-asosiasi seperti Kadin, Apersi, Hipmi, dan pemda.

Dengan adanya sinergitas itu, maka perbankan akan mengetahui sektor-sektor apa yang potensial dibiayai serta pengusaha mana yang layak mendapatkan kredit. Asosiasi mengenal dengan baik profil dari pengusaha karena ada hubungan organisasi.

“Kami perlu membantu bank karena batas waktu yang diberikan untuk menyalurkan kredit untuk mendorong perkembangan UMKM selama 3 bulan dan diharapkan berlanjut diperiode berikutnya secara bergulir,” katanya.

Kredit untuk UMKM yang disalurkan itu, kata dia, hjarus memberikan multiplier effect yang indikatornya a.l penyerapan tenaga keja banyak serta mendukung program ketahanan pangan.

Sektor ekonomi yang potensial didanai, yakni perdagangan, industri pengolahan, pariwisata, dan jasa terutama kesehatan. “Bank BUMN menyalurkan sesuai dengan core business-nya. Seperti BTN, tentu akan menyalurkan di sektor properti,” ucapnya.

Area Head PT Bank Mandiri (Persero) Tbk atau Mandiri Malang Pitra Dwi Yuniyanto mengatakan pihaknya mendapatkan alokasi Rp300 miliar untuk menyalurkan kredit mikro di Malang Raya dan Pasuruan yang menjadi wilyah kerja area Malang.

Sektor yang potensial didanai, yakni perdagangan, pariwisata, kesehatan, pertanian, dan pengolahan. “Plavon kreditnya sampai maksimal Rp500 juta,” ucapnya.(K24)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jatim kota malang
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top