Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jelang Kenormalan Baru, Ada Geliat Ekonomi di Kota Malang

Inflasi Kota Malang, Jawa Timur, pada Juni 2020 tercatat 0,44 persen, menandai adanya geliat perekonomian menjelang new normal.
Choirul Anam
Choirul Anam - Bisnis.com 02 Juli 2020  |  01:58 WIB
Ilustrasi pedagang melayani pembeli ayam potong. Kenaikan harga daging ayam memicu inflasi di Kota Malang, Jawa Timur. - Antara
Ilustrasi pedagang melayani pembeli ayam potong. Kenaikan harga daging ayam memicu inflasi di Kota Malang, Jawa Timur. - Antara

Bisnis.com, MALANG – Menjelang pemberlakuan kenormalan baru, geliat ekonomi di Kota Malang mulai tampak yang ditandai antara lain inflasi Juni 2020 yang mencapai 0,44 persen.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Malang Azka Aminurridho mengatakan jika kalau inflasi dipicu permintaan (demand pull inflation) masih bagus.

“Yang tidak bagus kalau terjadi cost push inflation,” ujar Azka di Malang, Jawa Timur, pada Rabu (1/7/2020).

Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang Sunaryo menilai dari angka-angka itu, menjelang kenormalan baru ada geliat ekonomi yang ditandai adanya inflasi. Dengan demikian, pada periode berikutnya Kota Malang diharapkan lebih berkembang secara dinamis.

Menurut Azka, Kota Malang mencatatkan inflasi 0,44% (mtm). Inflasi terutama disebabkan oleh kenaikan harga daging dan telur ayam ras.

Kenaikan harga tersebut disebabkan oleh koreksi harga daging dan telur ayam ras pada periode sebelumnya yang sempat turun signifikan. Selain itu menjelang masa new normal, kondisi transportasi khususnya angkutan udara di malang telah kembali beroperasi.

Akibatnya, terdapat penyesuaian tarif angkutan udara yang turut menyumbang inflasi. Namun, inflasi kali ini cukup tertahan dengan turunnya harga beberapa komoditas inti seperti emas perhiasan dan gula pasir.

Ke depan dengan tetap mengutamakan koordinasi yang erat dengan pemerintah, inflasi Kota Malang diprediksi masih berada pada kisaran 3 persen +/- 1 persen  sebagaimana target inflasi 2020.

Kenaikan harga daging ayam menjadi pemicu utama inflasi di Kota Malang pada Juni 2020 yang mencapai 0,44 persen yang menandakan ada geliat ekonomi di era kenormalan baru.

Sunaryo mengatakan harga daging ayam naik 12,81 persen dengan andil 0,15 persen; angkutan udara naik 6,55 persen dengan andil 0,09 persen, telur ayam ras naik 7,99 persen dengan andil 0,04 persen; rokok kretek filter naik 2,38 persen dengan andil 0,04 persen; dan buah naga naik 29,28 persen dengan andil 0,02 persen.

Selanjutnya, harga mie naik 3,13 persen dengan andil 0,02 persen; blus wanita naik 6,87 persen dengan andil 0,02 persen; tahu mentah naik 4,23 persen dengan andil 0,02 persen; alpukat naik 27,52 persen dengan andil 0,02 persen; dan harga mobil naik 0,91 persen dengan andil 0,02 persen.

Selanjutnya, 10 komoditas yang mengerem inflasi Juni di Kota Malang yakni obat resep, bawang putih, emas perhiasan, tarif kendaraan roda empat online, gula pasir, jeruk, cabai rawit, anggur, semangka, dan pengharum cucian/pelembut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Inflasi kota malang
Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top