Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Dikoordinir Militer, Babak Baru Penanganan Covid-19 di Surabaya Raya

Kasus infeksi Covid-19 di Surabaya Raya mencapai 7.472 kasus per Sabtu (27/6/2020). Rinciannya ada 5.414 kasus di Surabaya, 1.453 kasus di Sidoarjo dan 605 kasus di Gresik.
Miftahul Ulum
Miftahul Ulum - Bisnis.com 28 Juni 2020  |  07:21 WIB
Dokumentasi - Sejumlah warga mengikuti rapid test massal yang digelar Badan Intelijen Negara di wilayah Kecamatan Lakarsantri Surabaya, Selasa (9/6). - Antara
Dokumentasi - Sejumlah warga mengikuti rapid test massal yang digelar Badan Intelijen Negara di wilayah Kecamatan Lakarsantri Surabaya, Selasa (9/6). - Antara

Bisnis.com, SURABAYA - Kasus infeksi Covid-19 di Surabaya Raya mencapai 7.472 kasus per Sabtu (27/6/2020). Rinciannya ada 5.414 kasus di Surabaya, 1.453 kasus di Sidoarjo dan 605 kasus di Gresik.

Dari kasus yang ada di Surabaya, 2.118 orang sembuh, 400 orang meninggal dan 49 pending (dalam validasi data). Sementara di Sidoarjo sebanyak 225 orang sembuh, 109 meninggal dan 5 orang pending. Kesembuhan di Gresik dilaporkan 80 orang sembuh, 61 orang meninggal dan 17 pending.

Presiden Joko Widodo dalam kunjungan ke Jawa Timur meminta kasus di provinsi dengan 38 kabupaten/kota ini ditekan. Terutama wilayah Surabaya Raya sebagai daerah dengan kasus terbanyak.

Kota Surabaya, dengan penduduk 3,2 juta jiwa, kini telah melakukan tes cepat Covid-19 ke 2,9 persen - 3 persen penduduk. Angka tepatnya 92.964 warga telah dites cepat yang terselenggara berkat kerja sama dengan Badan Intelijen Negera (BIN), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) maupun pihak lainnya.

Mobil laboratorium BIN berada di Surabaya sejak 29 Mei sd 20 Juni. Selama periode tersebut, tim BIN melakukan tes cepat 34.021 kasus dengan hasil reaktif 4.607 kasus. Selanjutnya temuan reaktif dites swab ditambah 30 swab dari Puskesmas, sehingga total tes swab 4.637 kasus.

Selepas peran serta BIN dalam mengendalikan Covid-19 di Surabaya Raya, kini Jatim bersiap membentuk tim khusus untuk mengendalikan penyebaran corona di Surabaya Raya.

"Tim ini gabungan Forkopimda Jawa Timur dan Gugus tugas Surabaya Raya yang dikoordinasi langsung oleh Pangkogabwilhan II," ujarnya di Surabaya, Sabtu (27/6/2020).

Pembentukan tim, kata dia, juga bertujuan untuk mengintensifkan koordinasi dalam sinergi, kolaborasi dan evaluasi sesuai arahan Presiden Joko Widodo yang menegaskan bahwa pengendalian Covid-19 harus dikerjakan bersama-sama.

Selain itu, tim nantinya juga akan melakukan rencana aksi berdasarkan arahan presiden yang memberi target waktu selama dua pekan pengendalian penyebaran Covid-19 di wilayah Surabaya Raya.

Rencana aksi antara lain memasifkan tes, pelacakan, isolasi hingga treatment dengan jumlah lebih banyak.

"Salah satunya yaitu dengan menerjunkan 'Tim Gabungan Covid-19 Hunter' Dinas Kesehatan setempat, khususnya di klaster utama Surabaya Raya untuk melakukan tes dan pelacakan minimal 20 orang per kasus positif," ucap Khofifah.

Tak itu saja, lanjut dia, beban rumah sakit juga harus dievaluasi dan relaksasi, yakni pasien ringan harus benar-benar dipisahkan, kemudian terapi harus selalu update dengan para pakar.

Sementara itu, saat ini mesin PCR yang ada di Jawa Timur kapasitas totalnya 2.250 tes per hari dan dalam seminggu tesnya mencapai 13.500 spesimen.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini optimistis semakin banyak melakukan tes cepat dan tes usap, maka semakin banyak pula yang diketahui siapa saja yang terkena virus, dan siapa pula yang aman. Dengan cara ini, kata dia, tentu semakin mudah memutus mata rantai penyebarannya, meskipun terkadang angka positif terlihat naik.

"Tes massal ini penting untuk melacak orang-orang yang terkena Covid-19, sehingga akan lebih gampang memutus mata rantai penyebarannya," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jatim surabaya

Sumber : Bisnis dan Antara

Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top