Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Industri Baja Hilir Punya Peluang Ekspor saat Pandemi Covid-19

Selama ini industri baja hilir dalam negeri kerap tertekan gempuran produk asing terutama dari China.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 19 Mei 2020  |  20:03 WIB
Ilustrasi. - Reuters/Vincent West
Ilustrasi. - Reuters/Vincent West

Bisnis.com, SURABAYA - Kalangan pengusaha baja hilir memastikan ada peluang pasar ekspor yang terbuka lebar bagi industri baja Tanah Air di tengah kondisi pandemi Covid-19 lantaran sejumlah pabrikan asing menurunkan kapasitas produksi.

Ketua Asosiasi Roll Former Indonesia (ARFI) Stephanus Koeswandi mengatakan selama ini industri baja hilir dalam negeri kerap tertekan gempuran produk asing terutama dari China. Namun pada saat kondisi seperti sekarang ternyata ada permintaan ekspor baja karena produsen baja asing menurunkan kapasitas produksi akibat pandemi.

"Terutama untuk baja segmen premium ada permintaan ekspor, dan tahun ini untuk pertama kalinya baja hilir kita berhasil tembus ekspor bahkan permintaan meningkat setiap bulan dan juga ada repeat order," jelasnya, Selasa (19/5/2020).

Dia mengatakan jumlah baja yang sudah dikirim ke luar negeri selama Januari-April 2020 sudah mencapai 1.100 ton, yakni terdiri dari 300 ton selama Januari-Maret dan tambahan 800 ton selama April 2020.

Adapun tujuan pasar ekspor yang tertarik dengan baja produksi Indonesia yakni Amerika Latin, Amerika Utara, Malaysia, Thailand, dan Filipina.

Menurut Stephanus, potensi pasar ekspor yang terbuka ini juga bagian dari upaya pemerintah melalui berbagai kebijakan yang dibuat, seperti trade agreement dengan Australia sehingga ada beberapa inquiry dari negara tersebut.

"Termasuk ada upaya antidumping dari Thailand dan Malaysia ke China dan Vietnam sehingga mampu membuka pasar ekspor kita," imbuhnya.

VP PT Tata Metal Lestari itu mengakui kondisi utilisasi industri baja memang tengah anjlok sampai 50 persen karena pandemi yang lebih disebabkan oleh lesunya pasar domestik.

"Saat kondisi pasar domestik lesu kita harus berusaha mencari celah pasar lain. Dari perusahaan kami sendiri sudah berhaail menembus pasar AS, Puerto Rico dan Kanada," ungkapnya.

Stephanus menambahkan, untuk tahap pertama ekspor ke negara tujuan tersebut ada 300 ton baja, dan rencananya ditingkatkan menjadi 2.000 - 3.000 ton/bulan dengan nilai ekspor US$1,6 juta - US$2 juta.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

baja jawa timur
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top