Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kadin Jatim Ingatkan Kerawanan PSBB Berjilid-jilid

WHO juga telah menyatakan bahwa pandemi Covid- 19 tidak akan hilang dari dunia hingga vaksin ditemukan.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 19 Mei 2020  |  18:40 WIB
Pekerja mengemas masker di pabrik alat kesehatan PT Kasa Husada Wira Jawa Timur, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (31/1/2020). - ANTARA / Didik Suhartono
Pekerja mengemas masker di pabrik alat kesehatan PT Kasa Husada Wira Jawa Timur, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (31/1/2020). - ANTARA / Didik Suhartono

Bisnis.com, SURABAYA - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur meminta agar pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tidak terus menerus diperpanjang agar kegiatan ekonomi dapat tetap berjalan normal meski harus perlahan.

Ketua Kadin Jatim, Adik Dwi Putranto mengatakan Kadin sangat mendukung rencana pemerintah untuk kembali membuka aktivitas ekonomi secara bertahap atau yang disebut dengan skema The New Normal.

Apalagi WHO juga telah menyatakan bahwa pandemi Covid- 19 tidak akan hilang dari dunia hingga vaksin ditemukan.

"Sebagian kegiatan ekonomi memang harus dijalankan agar ekonomi tidak berhenti. Ekonomi harus mulai dipulihkan karena memang menjadi detak jantung kehidupan masyarakat dan sangat menentukan nasib bangsa kita ke depan," ujarnya, Selasa (19/5/2020).

Selain itu, katanya, pemerintah juga tidak perlu berlama-lama melaksanakan PSBB karena anggaran pemerintah akan jebol lantaran harus menanggung biaya hidup masyarakat selama PSBB.

"Berapa lama pemerintah mampu menanggung biaya hidup masyarakat dalam PSBB. Dana pemerintah mungkin hanya mampu bertahan sampai 3 bulan lalu habis dan pada akhirnya ada dampak sosial berakhir chaos," ujarnya.

Adik mengakui memang dalam menjalankan kembali roda perekonomian di tengah pandemi membutuhkan kesadaran bersama yakni masyarakat harus sadar menjalankan protokol kesehatan masing-masing dengan sangat ketat seperti memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dan tidak berkerumum.

"Hanya saja, diakui memang kesadaran masyarakat Indonesia masih kurang akan hal itu. Saya masih melihat banyak orang tidak pakai masker di jalan, di pasar. Atau mungkin ketika di tempat kerja/pabrik dia taat protokol tetapi ketika sudah tidak di pabrik, saya khawatir mereka lalai," ungkapnya.

Namun Adik memastikan untuk di lingkungan industri di Jatim, protokol kesehatan sudah dijalankan dengan benar sehingga kegiatan ekonomi di lingkungan pabrikan bisa tetap berjalan, tinggal bagaimana pelaksanaan kegiatan ekonomi di sektor-sektor lain.

Diketahui, PSBB di Surabaya Raya (Surabaya, Gresik, Sidoarjo) sudah dilakukan hingga tahap II lantaran tren kasus positif Covid-19 tidak juga menunjukan kurva yang menurun. Hampir setiap hari terdapat penambahan kasus positif baru di Surabaya rerata 30 orang - 50 an orang.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dalam konferensi pers Senin (18/5/2020) memaparkan per 18 Mei 2020 tercatat ada tambahan kasus positif di Jatim sebanyak 131 pasien sehingga total kasus di Jatim telah mencapai 2.281 orang.

"Dari 131 kasus tambahan itu, sebanyak 50 orang berasal dari Surabaya, Gresik 8 orang, dan Sidoarjo 37 orang. Sisanya dari Tulungagung, Bojonegoro, Ponorogo, Kediri, Pasuruan, Jombang, Lamongan, Sampang dan Kota Malang," jelasnya.

Secara kumulatif sejak awal kasus hingga 18 Mei 2020, tercatat di Surabaya terdapat 1.109 kasus positif Covid-19 dan Sidoarjo 322 kasus dan Gresik 59 kasus.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Pertumbuhan Ekonomi jatim surabaya
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top