Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jatim Jaga Lima Sektor Ekonomi Tetap Berjalan

Sektor industri yang berkontribusi 75 persen terhadap ekonomi Jatim hingga kini masih terus berproduksi.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 31 Maret 2020  |  08:34 WIB
Wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak.
Wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak.

Bisnis.com, SURABAYA - Pemerintah Provinsi Jawa Timur berupaya menjaga kondisi lima sektor utama yang menopang perekonomian Jatim di tengah pandemi virus corona.

Wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak mengatakan lima sektor yang sangat mempengaruhi ekonomi Jatim di antaranya adalah sektor industri, perdagangan, pertanian, akomodasi dan makanan minuman (mamin) serta infrastruktur.

"Kalau kelima sektor ini bisa dimitigasi, maka kita tidak akan terlalu mengalami tekanan yang berlebih. Memang untuk sektor akomodasi dan mamin ini terpukul, tapi bagaimana agar mereka tetap hidup seperti menjual makanan delivery service," katanya, Senin (30/3/2020).

Dia menjelaskan sektor industri yang berkontribusi 75 persen terhadap ekonomi Jatim hingga kini masih terus berproduksi.

"Di sini ada 1.200 industri besar yang mempekerjakan 380.000 orang. Industri ini sedang dipetakan, jadi kita belum bisa mengkuantifikasi berapa dampaknya dan berapa lama industri bertahan," katanya, Senin (30/3/2020).

Namun begitu, katanya, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi serta Dinas Perdagangan untuk mendata industri ini sesuai protokol penanganan Covid-19.

Selain itu, katanya, saat ini memang ada kesulitan bahan baku industri yang langka ataupun harga naik tinggi, tetapi Disperindag sedang melakukan upaya substitusi bahan baku agar industri tetap beroperasi.

"Kami juga memastikan jalur pemasaran alternatif karena memang mal, hotel dan wisata sangat terdampak. Kami kerja sama dengan platform online Tani Hub, agar jangan sampai hasil pertanian tidak terserap pasar ketika jalur ritel/toko atau pasar terdampak," ujarnya.

Dia menambahkan, saat ini masih banyak orang belanja kebutuhan pokok ke pasar tradiaional tetapi sudah ada transisi model belanja dari pedagang sayur keliling sebagai upaya social distancing.

Padat Karya

Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga akan memanfaatkan dana desa untuk padat karya tunai atau cash for work. Emil mengatakan program dari program dana desa ini akan diintegrasikan dengan penanggulangan Covid-19.

"Di Jember kemarin kan hanya 100 orang yang mendapat progam padat karya tunai, sekarang ditambah jadi 10.000 orang di tahap awal ini," katanya, Senin (30/3/2020).

Dia menjelaskan pesantren-pesantren yang terdampak oleh penutupan untuk pencegahan penyebaran virus corona ini nantinya diberdayakan, salah satunya untuk menjadi petugas penyemprotan disinfektan dan akan digaji per hari agar roda ekonomi masyarakat tetap jalan.

Pengamat ekonomi Universitas Airlangga Surabaya Imron Mawardi mengapresiasi pemanfaatan dana desa untuk program padat karya tunai atau cash for work yang terintegrasi dengan penanganan Covid-19 di Jawa Timur.

"Konsep penggunaan dana desa memang harus seperti itu. Bukan hanya saat kondisi virus corona, tapi misalnya sedang bangun infrastruktur, ya memberdayakan tenaga kerja yang ada di desa itu, sehingga nilai ekonomi dan dana desa akan ada di desa itu sendiri," ujar Imron kepada Bisnis, Senin (30/3/2020).

Dia menjelaskan dana desa sudah disusun dalam APBDes ataupun APBD, sehingga sangat mungkin bisa dilakukan perubahan seperti untuk penanganan/pencegahan Covid-19 sekaligus menghadapi dampak ekonomi dari pandemi corona.

"Kalau saat ini provinsi memanfaatkan itu (dana desa) untuk penanganan corona, itu program yang bagus sekali karena orang yang terkena dampak dari isolasi/karantina ini tetap bisa bekerja dan ekonominya tetap jalan," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jawa timur Virus Corona
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top