Surabaya Pasang Alat Pacu Jantung di 16 Titik Fasilitas Publik

Pemerintah Kota Surabaya melengkapi fasilitas publik dengan alat pacu jantung atau AED (Automatic External Defibrilator) sebagai antisipasi bagi para penderita jantung yang membutuhkan.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 29 November 2019  |  12:53 WIB

Bisnis.com, SURABAYA - Pemerintah Kota Surabaya melengkapi fasilitas publik dengan alat pacu jantung atau AED (Automatic External Defibrilator) sebagai antisipasi bagi para penderita jantung yang membutuhkan.

Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Surabaya, Hariyanto menjelaskan alat pacu jantung AED merupakan alat medis yang berfungsi untuk menstimulasi detak jantung pada seseorang yang mengalami gangguan jantung mendadak.

"Salah satu contohnya pada saat tenggelam, shock berat, kecelakaan atau juga karena serangan jantung secara tiba-tiba," katanya dalam rilis, Kamis (28/11/2019).

Dia menjelaskan alat pacu jantung tersebut akan dipasang di fasilitas publik yang menjadi tempat berkumpulnya warga Surabaya.

Dengan begitu, katanya, alat ini bisa digunakan apabila sewaktu-waktu ada warga yang terkena serangan jantung mendadak. Sembari meminta bantuan ambulance, orang yang terkena serangan jantung bisa ditolong dulu dengan alat ini.

"Karena apabila orang yang terkena serangan jantung itu tidak ditolong selama 10 menit, maka dia akan meninggal, jadi ini sangat bermanfaat," katanya.

Menurutnya, pemasangan fasilitas ini merupakan langkah preventif lantaran mencegah lebih baik daripada mengobati.

Untuk saat ini, pemasangan alat pacu jantung ini akan dipasang di 16 titik yaitu Gedung Pemkot Surabaya lantai 1 dan lantai 6, balai kota lantai 2, Kantor Bappeko, Gedung DPRD Surabaya, Balai Pemuda, Gedung Nasional Indonesia, Tugu Pahlawan dan Taman Bungkul.

"Selain itu, akan dipasang pula di Convention Hall, UPTSA Timur, Sentra Ikan Bulak, THP Kenjeran, Siola lantai 1, lantai 4 dan lantai 3," imbuhnya.

Hariyanto menambahkan, nantinya alat ini akan dievaluasi kembali perkembangan dan kemanfaatannya.

"Jadi bukan tidak mungkin alat ini akan terus ditambah di semua fasilitas publik di Kota Surabaya," imbuhnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
surabaya

Sumber : Antara

Editor : Miftahul Ulum
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup