Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jatim Pastikan Iklim Investasi Kondusif & Mudah

Pemerintah Provinsi Jawa Timur memastikan iklim bisnis dan investasi di Jatim tetap kondusif serta mudah karena telah menyiapkan kelompok kerja (pokja) atau Problem Solving Process Fasilitator di Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP).
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 14 Oktober 2019  |  19:04 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

Bisnis.com, SURABAYA - Pemerintah Provinsi Jawa Timur memastikan iklim bisnis dan investasi di Jatim tetap kondusif serta mudah karena telah menyiapkan kelompok kerja (pokja) atau Problem Solving Process Fasilitator di Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP).

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan dalam penerapan izin usaha melalui Online Single Submission (OSS), Pemprov Jatim berinisiatif menyiapkan tim Problem Solving Process Fasilitator yang akan membantu calon investor untuk menyelesaikan masalah dan kendala dalam berinvestasi.

"Jadi nanti calon investor akan duduk semeja dengan tim ini untuk memecahkan masalah bersama-sama melalui forum group discussion (FGD), lalu kendala yang dihadapi apa, supaya kita bisa melakukan inventarisasi masalah yang dihadapi calon investor ini," jelasnya sesuai menghadiri Deklarasi Bersatu & Damailah Indonesia oleh 43 asosiasi pengusaha di Jatim, Senin (14/10/2019).

Dia mengatakan hingga saat ini, dari 19 sektor usaha yang ada di Jatim, sebanyak 13 sektor usaha sudah dapat dilayani oleh 5 Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) yakni Malang, Madiun, Jember, Madura dan Bojonegoro.

"Lalu satu lagi service point kita di Kediri sehingga ada 6 titik yang bisa memberikan layanan izin investasi langsung kepada end user di daerah-daerah kabupaten," imbuhnya.

Khofifah menambahkan, bahkan setelah adanya PP 68/2019, khusus investasi di KEK Singosari mendapatkan garansi perizinan selesai dalam satu hari serta tax insentif yang diyakini bakal menarik investor untuk datang.

"Untuk KEK ini, pemerintah pusat yang menyiapkan seluruh infrastruktur dasar mulai dari air, internet dan listrik. Tentu ini akan jadi daya tarik bagi investor baik PMA maupun PMDN," imbuhnya.

Terkait keamanan, lanjut Khofifah, Pemprov Jatim bersama dengan Polda Jatim dan Kodam V Brawijaya siap untuk menjaga situasi keamanan, dan secara kompak bertekad untuk menjaga Jatim melalui deklarasi.

"Suasana aman dan kondusif pasti akan memberikan signifikansi terhadap seluruh aktivitas dunia usaha dan dunia industri. Insya Allah aman dan damai," imbuhnya.

Ketua Forum Komunikasi Asosiasi Pengusaha (Forkas) Jatim, Nur Cahyudi menambahkan para pengusaha mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut menjaga keamanan dan kedamaian Jatim agar kinerja ekonomi tidak terganggu.

"Ancaman terjadinya resesi ekonomi sudah di depan mata, kalau dalam negeri terjadi gejolak, maka target pertumbuhan kita akan terganggu," imbuhnya.

Selain itu, lanjutnya, pengusaha meminta pemerintah untuk melakukan sinkronisasi kebijakan-kebijakan dari pusat dengan daerah yang selama ini masih menghambat iklim usaha.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jatim iklim investasi
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top