Kerja Bakti Massal, Risma : Awas Boyoke Balung Tuwo

Selain mengumpulkan sampah, dalam kerja bakti massal yang diikuti sekitar 6.000 peserta tersebut, juga dilakukan penanaman pohon.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 09 Agustus 2019  |  18:16 WIB
Kerja Bakti Massal, Risma : Awas Boyoke Balung Tuwo
Warga melakukan aksi bersih-bersih pantai di dekat Jembatan Suramadu, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (9/8/2019). Kerja bakti massal dalam rangka memperingati HUT ke-74 Kemerdekaan Republik Indonesia itu diikuti pelajar, TNI, Polri, Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkot Surabaya dan masyarakat. - Antara/Didik Suhartono

Bisnis.com, SURABAYA — Kerja bakti membersihkan kawasan pantai utara Kota Surabaya, Jawa Timur dari sampah, Jumat (9/8/2019), dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Ke-74 Republik Indonesia di daerah itu menghasilkan sekitar 23,5 ton sampah.

"Ayo semangat awas boyok e balung tuwo (Ayo semangat, hati-hati pinggangnya yang sudah tulang tua)," kata Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat menyemangati para peserta kerja bakti di kaki Jembatan Suramadu sisi timur itu di Surabaya, Jumat.

Selain mengumpulkan sampah, dalam kerja bakti massal yang diikuti sekitar 6.000 peserta tersebut, juga dilakukan penanaman pohon. Sekitar 500 pohon cemara udang ditanam di sepanjang pantai utara Surabaya.

Peserta yang berpartisipasi dalam kerja bakti massal itu terdiri atas Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Surabaya, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Tentara Nasional Indonesia (TNI), Polri, Kader Lingkungan, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), LSM, dan pelajar SD, SMP se-Surabaya.

Risma menjelaskan penanaman pohon cemara udang itu untuk melindungi kota dari bencana dan sebagai antisipasi dampak pemanasan global.

Ia menyatakan percaya bahwa pohon itu akan membantu mewujudkan lingkungan yang baik di Surabaya kelak.

"Saya percaya dari penanaman pohon ini suatu saat akan melindungi Surabaya dari berbagai bencana dan musibah," katanya.

Ia mengatakan pohon cemara udang tahan terhadap hempasan ombak dan angin. Oleh karena itu, ia berharap tidak perlu lagi mengeluh atau pun menyalahkan pemanasan global.

"Saya pikir kita tidak usah mengeluhkan 'global warming', tapi kita harus tangani. Ini juga komitmen penataan kawasan wisata, karena saat ini wisata alam sudah dicari oleh masyarakat," kata dia.

Wali Kota Risma menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang ikut dalam kerja bakti massal itu.

Ia mengatakan sampah yang paling banyak terkumpul jenis plastik dan botol.

"Terima kasih banyak kepada semua peserta atas (kerja baktinya, red.) hari ini. Kita berhasil mengumpulkan sampah dengan total keseluruhan 15 truk dari delapan zona. Kita juga selesai melakukan penanaman pohon cemara udang," katanya.

Kepala Bidang Kebersihan Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) Surabaya Agus Hebi Djuniantoro mengatakan dari delapan zona tersebut sampah yang paling banyak terkumpul dari zona satu, dua, dan tiga dengan jumlah empat truk.

Tiga zona tersebut dimulai dari wilayah Mangrove Tambak Wedi-Jembatan Suramadu sisi barat dan timur.

"Total yang terkumpul 23,5 ton terdiri dari 15 truk, 14 dump truk, dan satu compactor," kata dia.

Ia memastikan bahwa selalu rutin melakukan pembersihan setiap dua hari sekali. Selama ini, yang paling banyak ditemukan adalah sampah botol plastik.

"Makanya, kita juga selalu mengaktifkan aparat-aparat wilayah setempat untuk turut menjaga kebersihan wilayah pantai ini," ujarnya.

Ia juga mengatakan bahwa penanaman pohon cemara udang juga penting diperhatikan.

Pohon itu, katanya, memiliki fase pertumbuhan cukup lama, akan tetapi setelah tumbuh, akan mampu bertahan hidup puluhan tahun.

"Ini bisa tahan hidup apapun kondisinya, termasuk air asin, itu tidak masalah," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
surabaya

Sumber : Antara

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top