Bisnis.com, PASURUAN – Coca Cola Amatil Indonesia atau CCAI, anak usaha dari Coca Cola Amatil yang merupakan perusahaan pembotolan berbasis di Australia menandai 25 tahun kehadirannya di Indonesia dengan peresmian pengoperasian prasarana produksi dan distribusi yang berlokasi di Pandaan, Pasuruan Jawa Timur.
Fasilitas prasarana produksi dan distribusi itu terletak di sebuah lahan seluas kurang lebih 6 hektare. Packaging Service Division (PSD) merupakan sarana produksi kemasan botol plastik untuk produk-produk Coca Cola dengan kemampuan produksi mencapai 130.000 preform per jam.
Adapun preform merupakan cikal bakal botol plastik (PET) yang akan digunakan sebagai wadah produk Coca Cola di Indonesia sebelum ditiup dengan menggunakan alat bertekanan tinggi. Preform sendiri berbentuk hampir mirip dengan tabung reaksi, merupakan PSD kedua yang dimiliki CCAI setelah Bekasi.
Sementara itu, Pandaan Mega Distribution Center (MDC) adalah sarana penyimpanan produk dengan kapasitas penyimpanan hingga lebih dari 40,3 juta botol, merupakan yang keempat milik CCAI.
Tiga MDC lainnya yang terlebih dahulu diresmikan berlokasi di Medan, Bekasi, dan Semarang. Dengan adanya Mega Distrbution Center Pandaan ini diharapkan bisa mempermudah distribusi produk-produk Coca Cola ke Wilayah Timur Indonesia.
"Fasilitas yang kami resmikan hari ini merupakan wujud nyata dari komitmen kami di Indonesia, khususnya wilayah timur, Termasuk Jawa Timur. Komitmen Kami juga diukur melalui pembangunan fasilitas atau investasi pada teknologi yang mutkahir," sebut Presiden Direktur CCAI Kadir Gunduz, Kamis (9/8/2017).
Jumlah investasi yang dikucurkan untuk kedua fasilitas yang groundbreaking-nya sudah dilaksanakan pada Agustus 2015 lalu mencapai kurang lebih US$60 juta. Seperti diketahui, sejauk 2014 silam, CCAI sudah menggaungkan rencana investasi sebesar US$500 juta di Indonesia.
PSD serta DCM ini merupakan bagian dari realisasi investasi tersebut. Dalam empat tahun terakhir, CCAI tercatat telah menanamkan investasi sebesar US$350 juta atau total US$1,6 miliar sejak pertama kali hadir di Indonesia pada 1992 lalu.
Investasi tersebut ditanamkan dalam bentuk fasilitas produksi, distribusi, pengembangan sumber daya manusia, peningkatan teknologi alat, penempatan mesin pendingin di gerai atau kios pedagang dan lain-lain.
Hingga saat ini, CCAI telah mempekerjakan 10.000 tenaga kerja dengan lebih dari 700,000 konsumen di pasar tradisional dan modern di Indonesia. "Kami percaya bahwa tidak akan tercipta bisnis yang berkelanjutan dan berkembang kecuali kami memiliki hubungan saling berkelanjutan dan berkembang dengan masyarakat," tambahnya.
Peresmian kedua fasilitas ini juga dihadiri oleh Group managing Director Coca Cola Amatil Alison Watkins, President of Asean Business Unit The Coca Cola Company (TCCC) Lain McLaughlin, Gubernur Jawa Timur Soekarwo, dan Menteri Perindustrial Airlangga Hartarto.
Menteri Airlangga mengapresiasi kinerja, investasi dan pemberdayaan manusia oleh CCAI. Selain itu, juga mendorong CCAI untuk terus berinvestasi baik di bidang sarana, prasarana dan pengembangan sumber daya manusia.