Program SmartGen Huawei Siap Cetak Tenaga Kerja IT

Oleh: Peni Widarti 30 Oktober 2018 | 20:21 WIB
Program SmartGen Huawei Siap Cetak Tenaga Kerja IT
Dari kiri ke kanan, Product Marketing Manager Huawei Consumer BG Advent Jose, Director of Goverment Affairs Public Affairs and Communications Department Huawei Yenty Jorman, Deputi GM Area Java East Huawei Eni Tur Endah, dan PR Manager Huawei Panji Pratama saat media briefing SmartGen 2018, Selasa (30/10/2018).

Bisnis.com, SURABAYA - Huawei Indonesia berupaya mencetak SDM berkompeten dengan menggelar program Smart Generation (SmartGen) 2018 guna memenuhi kebutuhan tenaga kerja bidang teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang masih minim.

Director of Goverment Affairs Public Affairs and Communications Department Huawei Indonesia, Yenty Jorman mengatakan program SmartGen tersebut sudah dilakukan Huawei sejak tahun lalu.

"Kami menyadari bahwa TIK saat ini akan semakin dibutuhkan oleh dunia usaha dari berbagai bidang usaha. Bahkan untuk usaha tambang, transportasi dan media sekarang tidak lepas dari kebutuhan tenaga IT," katanya saat media briefing Huawei SmartGen, Selasa (30/10/2018).

Dia mengatakan tahun lalu program SmartGen sudah bekerja sama dengan 7 universitas di Indonesia. Sedangkan tahun ini menambah kerja sama sebanyak 8 universitas dengan mengikutkan 1.500 mahasiswa.

Di antaranya Universitas Indonesia Depok Jawa Barat, Universitas Multimedia Nusantara Tangerang, Institut Teknologi Bandung, Universitas Padjadjaran Bandung, Universitas Telkom Bandung, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Universitas Diponegoro Semarang, dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.

"Di Surabaya, ITS menjadi tuan rumah pertama gelaran SmartGen Tech Day 2018 pada 31 Oktober 2018," katanya.

Deputi GM Area Java East Huawei Indonesia, Eni Tur Endah menambahkan kali ini program SmartGen tidak hanya menyasar mahasiswa tetapi juga sudah merambah di tingkat SMK dengan total penerima manfaat sebanyak 1.000 siswa dari 12 SMK di 10 kota.

"Kami juga libatkan siswa di lingkungan LP Ma'arif NU sebanyak 300 siswa. Setingkat SMK ini merupakan yang pertama kalinya dalam SmartGen," katanya.

Eni menambahkan, kebutuhan tenaga kerja bidang IT ke depan semakin meningkat seiring dengan cepatnya perkembangan teknologi. Setidaknya, dalam setiap tender proyek IT di area Jatim, Bali dan Nusra dibutuhkan 400 - 500 tim.

"Setiap tim berisi 2 orang untuk tim kecil dan 7 orang untuk tim besar. Nah dikalikan saja berapa kebutuhan tenaga IT ini," katanya.

PR Manager Huawei, Panji Pratama menambahkan dalam program SmartGen ini akan digelar berbagai kegiatan seperti roadshow transfer pengetahuan (TechDay), sertifikasi dalam kerangka Huawei Authorized Information Network Academy (HAINA), kompetisi nasional ICT 2019, pengikutsertaan mahasiswa dalam program Seeds for The Future 2018 serta rekrutmen dan magang di Huawei.

"Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya kami untuk dalam menyongsong era revolusi Industry 4.0, pemahaman dan penguasaan teknologi masa depan seperti Big Data, AI, Cloud Computing dan IoT yang akan meningkatkan daya saing SDM," ujarnya.

Huawei mencatat hingga saat ini telah memberikan pelatihan bagi 12.000 tenaga ahli TIK dan pelatihan alih pengetahuan kepada 3.000 orang.

Editor: Rustam Agus

Berita Terkini Lainnya