Meotel Jember Kejar Okupansi 60% Sepanjang 2018

Oleh: Choirul Anam 25 Oktober 2018 | 20:30 WIB
Meotel Jember Kejar Okupansi 60% Sepanjang 2018
Meotel Jember./Istimewa

Bisnis.com, MALANG — Meotel Jember, hotel dengan konsep desain retro artistic mengejar tingkat okupansi 60% dengan mendorong penjualan MICE.

Sales Manager Meotel Jember Moch Novriansyah mengatakan Jember sebagai daerah penyangga wisata Bali dan Banyuwangi terus berpotensi maju dalam industri pariwisata.

“Apalagi di Jember sudah ada lapangan udaranya,” ujarnya dihubungi dari Malang, Kamis (25/10/2018).

Jember juga akan dilalui jalur lingkar selatan. Tol juga sudah mendekati Jember sehingga sebenarnya tidak ada masalah dari sisi ketersediaan infrastruktur.
Atraksi pariwisata Jember juga berkembang, satu di antaranya karnaval fesyen setiap Agustus.

Adapula wisata pantai, perkebunan, gunung, wisata edukasi Puslit Kopi dan Kakao. Hanya objek tersebut perlu sentuhan sehingga menarik wisatawan sekaligus mendorong tingkat hunian hotel-hotel di Jember yang kini berjumlah 40-an.

Amenity di Jember, kata dia, juga terus bertumbuh. Ada pembangunan Lippo Mall, Trans Studio, fast food, dan lainnya.

Adapun yang perlu dilakukan, kata dia, promosi pariwisata. Peran dari pemerintah, terutama dari pemda, dalam mengembangkan pariwisata Jember ditunggu industri, terutama hotel.

Oleh Karena itulah, event-event pariwisata seperti karnaval fesyen perlu banyak digelar di bulan-bulan yang berbeda. Pemda juga perlu melakukan promosi agar investor bersedia masuk dan mengembangkan objek-objek wisata yang sudah ada.

Pemda juga perlu mendorong pengembangan industri pariwisata di Jember dengan menggelar berbagai kegiatan di hotel. “Alhamdulillah, untuk November, pemesanan kamar untuk MICE di Meotel sudah banyak. Kebanyakan dari pemerintahan,” ujarnya.

Saat ini tingkat hunian Jember hanya mencapai 35%, masih belum ideal karena untuk mencapai kondisi sehat, tingkat hunian setidaknya mencapai 50%. Meotel yang dibuka sejak Agustus 2018 menargetkan tingkat hunian bisa mencapai 60%, namun realisasinya masih di angka 50%.

Adapun kamar yang tersedia di hotel ini sebanyak 120 kamar, terdiri atas deluxe, deluxe balcony, deluxe family, dan eksekutif. Hotel bintang tiga itu dilengkapi kolam renang, gym, restoran, dan hall dengan kapasitas 500 orang.

Menurut dia, konsep kamar deluxe balcony merupakan kali pertama hotel di Jember. “Meski hotel baru, kami menawarkan tarif yang kompetitif untuk menjaring tamu,” ujarnya.

Editor: Miftahul Ulum

Berita Terkini Lainnya