BP2D Kota Malang Kejar Penerimaaan Pajak Daerah Rp375 miliar

Oleh: Choirul Anam 09 September 2018 | 21:37 WIB
BP2D Kota Malang Kejar Penerimaaan Pajak Daerah Rp375 miliar
Kegiatan Tax Goes to Mall yang diselenggarakan BP2D Kota Malang, Minggu (9/9/2018)/Bisnis -Choirul Anam.

Bisnis.com, MALANG -- Badan Pelayanan Pajak Daerah (BP2D) Kota Malang mengejar penerimaan pajak daerah sebesar Rp375 miliar dengan memperbanyak Gerakan Sadar Pajak seperti Tax Goes to Mall.

Kepala Bidang Pendataan, Pendaftaran, dan Penetapan BP2D Kota Malang Dwi Cahyo Teguh Y mengatakan sampai dengan akhir Agustus 2018 penerimaan sudah mencapai sekitar 76% dari target penerimaan Rp375 miliar.

“Namun mengacu draft dari APBD-Perubahan, penerimaan pajak dinaikkan menjadi Rp415 miliar sehingga kami harus bekerja keras untuk memenuhi target penerimaan sebesar itu,” katanya di sela-sela ‘Tax Goes to Mall’ di Mall Alun-alun Malang . Minggu (9/9/2018).

KegatanTax Goes to Mall, kata  Kepala BP2D Kota Malang, Ade Herawanto menjadi sarana edukasi dan sosialisasi bagi masyarakat, sekaligus mempermudah proses pelaporan dan pembayaran pajak daerah.

“Kami ingin lakukan kerja efektif dan efisien melalui sistem jemput bola ini. Sekaligus memberikan layanan ekstra bagi masyarakat, utamanya para Wajib Pajak (WP) sehingga mereka bisa langsung membayar kewajiban pajak di lokasi,” ungkapnya.

Dia menegaskan,layanan ini digalakkan dengan harapan para WP tak lagi kehilangan waktu dan tenaga untuk membayar kewajiban pajaknya ke Kantor BP2D di Office Block Kedungkandang.

Di samping itu, kegiatan tersebut juga bertujuan untuk pendataan potensi usaha baru sehingga berikutnya bisa menjadi WP yang terdaftar di BP2D.

Selain membuka loket pembayaran pajak daerah bersama Bank Jatim, petugas BP2D juga akan memberikan sosialisasi kepada masyarakat yang ingin mengetahui seluk beluk dunia perpajakan daerah, baik melalui sistem manual maupun sistem online.

Termasuk diantaranya, mensosialisasikan mengenalkan Sistem Informasi Aplikasi Mobile Pajak Daerah (Sampade),  inovasi baru BP2D yang diluncurkan Mei lalu.

Berbasis android, kehadiran aplikasi ini diharapkan  semakin memudahkan masyarakat, khususnya para WP, untuk mengetahui informasi tentang perpajakan daerah secara aktual dan efisien. 

Mulai dari informasi terkait objek pajak, informasi tagihan dan tunggakan, informasi sistem pembayaran dan pengumuman pajak daerah. Masyarakat juga bisa melakukan konsultasi pajak daerah hingga mengunduh peraturan pajak daerah dari aplikasi baru ini. 

Panduan informasi dapat diakses kapan pun dan dimana pun melalui gadget, real time selama 24 jam. Untuk mengaksesnya, masyarakat bisa lebih dulu mengunduh aplikasi Sampade di Play Store secara gratis. 

 

“Ini merupakan salah satu produk inovasi perkembangan teknologi informasi yang disediakan untuk memudahkan sekaligus meningkatkan pelayanan kepada WP dalam melaksanakan hak dan memenuhi kewajiban perpajakannya,” ungkapnya.

Dia mengimbau agar masyarakat memanfaatkan kesempatan pelayanan jemput bola ini sebaik mungkin. Terutama mereka yang berada di sekitar kawasan Alun-alun Merdeka. Apalagi jika beruntung, pengunjung yang ambil bagian dalam Tax Goes to Mall berkesempatan membawa pulang aneka doorprize menarik.

Plt Wali Kota Malang, Sutiaji menilai memang diperlukan langkah kreatif dan inovatif untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang arti penting pajak. 

"Apa yang diinisiasi BP2D melalui Tax Goes to Mall sangat saya apresiasi. Semoga makin menumbuhkan kesadaran dan partisipasi masyarakat akan kewajiban perpajakannya. Karena muaranya pajak dari rakyat untuk rakyat, dalam hal ini demi pembangunan Kota Malang dan kemakmuran warga Bhumi Arema," ujarnya.

Editor: Martin Sihombing

Berita Terkini Lainnya