Pertamina Tambah Pasokan Elpiji di Malang Raya

Oleh: Newswire 24 Agustus 2018 | 13:45 WIB
Pertamina Tambah Pasokan Elpiji di Malang Raya
Ilustrasi

Bisnis.com, MALANG – PT Pertamina (Persero) menambah pasokan elpiji tiga kilogram untuk wilayah Kabupaten dan Kota Malang hingga dua kali lipat dari kondisi normal, akibat melonjaknya permintaan masyarakat pada saat perayaan Idul Adha 1439 Hijriyah.

Senior Sales Executive LPG VI Pertamina Ancala Egah mengatakan bahwa khusus untuk Kota Malang, penambahan pasokan elpiji tiga kilogram kurang lebih sebanyak 200 persen atau dua kali lipat dari rata-rata total kebutuhan per hari yang sebanyak 35.500 tabung.

"Penambahannya kurang lebih 200 persen dari rata-rata penyaluran harian. Kurang lebih penambahan 70 ribu tabung," kata Ancala, ditemui di Balai Kota Malang, Malang, Jumat (24/8/2018).

Dalam waktu satu pekan terakhir, di berbagai titik di wilayah Kota Malang, masyarakah mengeluhkan sulitnya untuk mendapatkan gas elpiji tiga kilogram, atau yang bisa disebut gas melon. Pertamina menyatakan bahwa kurangnya pasokan tersebut akibat permintaan yang melonjak.

Meski pasokan ditambah hingga 200 persen sejak Senin (20/8), namun pada beberapa titik masih mengalami kekosongan stok elpiji. Dengan kondisi tersebut, harga gas elpiji yang dalam kondisi normal sebesar Rp16.000 per tabung, melonjak menjadi Rp23.000-Rp25.000 per tabung.

"Kami sudah melakukan pemanatauan sampai titik terluar, memang masih ada kekosongan. Diharapkan hari ini bisa teratasi, karena prosesnya memang tidak bisa langsung, perlu waktu untuk recovery," kata Ancala.

Diharapkan, dengan bertambahnya pasokan ke pasar konsumen tersebut mampu menekan harga gas elpiji tiga kilogram menjadi normal. Penambahan pasokan tersebut dilakukan di wilayah yang mengalami peningkatan permintaan dan kekurangan pasokan elpiji tiga kilogram tersebut, termasuk wilayah Kabupaten Malang.

"Untuk kabupaten ada beberapa yang terdampak. Penambahannya kurang lebih sama, 200 persen," kata Ancala.

Seperti diketaui IA mengendari mobil Mercedes-Benz berpelat nomor AD 888 QQ menabrak pengendara Honda Beat berpelat nomor AD 5435 OH, Eko Prasetyo, 28, Rabu.

Eko dan IA saat keduanya berada di perempatan Pemuda, Mangkubumen, Banjarsari terlibat cekcok. IA merasa laju kendaraannya terhalangi sepeda motor Eko sehingga memberikan teguran.

Eko melawan dengan memarahi IA balik. Tiga orang di dalam mobil keluar memukul kepala Eko beramai-ramai.

"Tak puas sampai di situ, ketiganya mendatangi rumah Eko di Jl. Menteri Supeno kompleks Aspol, Manahan, Banjarsari. Eko tidak terima didatangi rumahnya langsung menendang bamper belakang sisi kiri mobil Mercedes. Kami pastikan kedua teman IA tidak terlibat," kata Kasatreskrim Polresta Solo, Kompol Fadli mewakili Kapolresta Kombes Pol. Ribut Hari Wibowo saat ditemui wartawan di Mapolesta Solo, Rabu malam.

IA, lanjut dia, kembali mengejar Eko sendirian yang kabur dari rumahnya. Dua teman IA ditinggalkan di rumah Eko. Sampai di perempatan KFC Manahan keduanya terlibat kejar-kejaran hingga memutar balik masuk lagi ke Jl.K.S.Tubun. Di jalan ini Eko ditabrak IA dari belakang hingga meninggal dunia.

IA dijerat Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dan Pasal 351 ayat 3 tetang penganiayaan yang berakibat kematian dengan ancam hukuman 15 tahun penjara.

Sumber : Antara

Editor: Miftahul Ulum

Berita Terkini Lainnya