BCA Diponegoro Surabaya Perkuat Hubungan dengan Nasabah UMKM

Oleh: Peni Widarti 17 Juli 2018 | 21:52 WIB
BCA Diponegoro Surabaya Perkuat Hubungan dengan Nasabah UMKM
Ilustrasi anjungan tunai mandiri BCA./JIBI-Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, SURABAYA – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) KCU Diponegoro Surabaya memproyeksikan bisa menambah sebanyak 46 nasabah kredit usaha mikro kecil menengah (UMKM) tahun ini.

Kepala BCA KCU Diponegoro Chen Lin Andrew mengatakan hingga semester I tahun ini sudah tercapai 23 nasabah kredit UMKM dari total target.

"Secara total nasabah kredit UMKM yang sudah pernah kami biayai sampai hari ini ada sekitar 800 UMKM," katanya di sela-sela Workshop UMKM, Selasa (17/7/2018).

Dia mengatakan sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan penyaluran kredit, BCA KCU Diponegoro menggelar program Bakti BCA dalam acara Workshop UMKM ‘Satu Peluang Sejuta Kebahagiaan’ yang diikuti oleh 150 orang pelaku UMKM di Surabaya.

“Sebagain UMKM yang ikut workshop ini belum menjadi debitur, karena memang ternyata bukan semuanya berasal dari Surabaya saja tapi juga di luar kota,” katanya.

Chen Lin menambahkan saat ini sektor yang masih sangat potensial untuk digali di antaranya seperti sektor perdagangan dan juga industri rumah tangga yang terus berkembang. Sejauh ini, katanya, nasabah kredit UMKM di Surabaya kebanyakan pengusaha individu atau bukan kelompok besar.

“Untuk plafon kredit usaha mikronya itu maksimal Rp500 juta, sedangkan yang usaha besarnya ada yang mencapai Rp15 miliar,” imbuhnya.

Adapun penyaluran kredit untuk UMKM di BCA KCU Diponegoro Surabaya ini telah berkontribusi sekitar 15% - 20% dari total penyaluran kredit BCA, sisanya disalurkan untuk sektor korporasi.

Kegiatan workshop UMKM yang berlangsung selama 2 hari pada 17-18 Juli 2018 ini diharapkan bisa menarik minat menjadi nasbaha BCA, dan juga bisa meningkatkan kelas para pengusaha dari mikro menjadi kecil, dan kecil menjadi menengah hingga menjadi pengusaha besar.

“Pengalaman kredit UMKM kami, ada yang dari usaha kecil mejadi usaha menengah itu sekitar 2% - 3% debitur yang naik kelas,” imbuh Chen Lin.

Dalam workshop tersebut, UMKM juga menerima paparan tentang Trend Digital and E-Commerce di Blibli.com, Do's & Dont's di Blibli.com, Merek Dagang Legal di Indonesia, Sosial Media, serta pemahaman lebih tajam menjadi pelaku usaha UMKM.

Editor: Miftahul Ulum

Berita Terkini Lainnya