Probolinggo Segera Masuki Masa Panen Raya Garam, Harga Tertekan

Oleh: Newswire 18 Mei 2018 | 10:42 WIB
Probolinggo Segera Masuki Masa Panen Raya Garam, Harga Tertekan
Ilustrasi/Antara-Zabur Karuru

Bisnis.com, PROBOLINGGO—Probolinggo, Jawa Timur, mulai turun karena memasuki masa panen raya garam di sejumlah wilayah sentra garam di wilayah setempat.

Ketua Himpunan Masyarakat Petambak Garam (HMPG) Kabupaten Probolinggo Buhar, Jumat (18/5/2018), di Probolinggo mengatakan harga jual garam di tingkat petani mengalami penurunan sejak sepekan lalu.

"Harga jual garam krosok pada pekan lalu masih berkisar Rp2.500 sampai Rp3.000 per kilogram, sedangkan sekarang harga jualnya menurun menjadi Rp2.000 sampai Rp2.450 per kilogram," tuturnya.

Menurutnya turunnya harga jual garam tersebut sudah diperkirakan oleh petani karena saat ini sudah memasuki masa panen garam di sejumlah wilayah sentra garam Di Kabupaten dan biasanya harga garam turun saat panen raya.

"Pasokan garam banyak karena masa panen itu membuat harga turun. Di sisi lain, ada beberapa petani yang memiliki sisa garam di gudang hasil panen musim lalu," ucap petani garam asa Desa Pajurangan, Kecamatan Gending itu.

Petani garam lainnya Nasution di Desa Kebonagung, Kecamatan Kraksaan mengaku belum mulai panen perdana garam di lahannya karena pengelolaan lahannya tidak bersamaan dengan petani garam lainnya.

"Kemungkinan saya akan panen pekan ini dan harga jualnya masih terbilang bagus yakni minimal Rp2.000 per kilogram," ujarnya.

Ia menjelaskan ada dua harga yang ditawarkan oleh pedagang/pembeli garam di tingkat petani yakni harga garam baru dan harga garam lama, sehingga harga tersebut disesuaikan dengan garam yang dijual petani kepada pedagang.

"Garam baru adalah yang diproduksi pada musim ini, sedangkan garam lama adalah garam yang disimpan di gudang hasil panen musim lalu," ucapnya.

Nasution mengatakan harga jual garam lama lebih tinggi kisaran Rp300 per kilogram dibandingkan harga jual garam baru, sehingga maksimal harga jualnya sekitar Rp2.300 sampai Rp2.500 per kilogram.

"Harga jualnya lebih tinggi karena kadar airnya lebih sedikit dibandingkan garam yang baru dipanen, sehingga kualitasnya lebih bagus dan hal itu yang mempengaruhi harga jual garam krosok," ujarnya, menjelaskan.

 

Sumber : Antara

Editor: Miftahul Ulum

Berita Terkini Lainnya