Pemkot Surabaya Terapkan Sistem Deteksi Teroris

Oleh: Newswire 16 Mei 2018 | 07:15 WIB
Anggota Satbrimob Polda Jawa Timur berjaga di lokasi penggeledahan rumah terduga teroris di kawasan Sikatan, Manukan Wetan, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (15/5). Menurut Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Pol Frans Barung Mangera, Densus 88 Mabes Polri melumpuhkan satu orang terduga teroris dalam baku tembak dan melakukan penguraian bahan peledak di lokasi tersebut./ANTARA FOTO-M. Risyal Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA -- Pemerintah Kota Surabaya menerapkan sistem yang dapat mendeteksi kegiatan terorisme yang dilakukan warga pendatang yang menetap secara musiman dengan menyewa atau mengontrak rumah.

"Sistem pendeteksi ini mulai diterapkan besok," ujar Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini usai meninjau rumah sewa salah satu terduga teroris bernama Dedi Sulistiantono alias Teguh pada Selasa (15/5/2018) malam.

Seperti dilansir Antara, rumah sewa itu berlokasi di Jalan SIkatan IV, Kelurahan Manukan Wetan, Kecamatan Tandes, Surabaya. Terduga teroris yang berusia 41 tahun tersebut ditembak mati polisi karena melawan saat hendak ditangkap pada Selasa (15/5) sekitar pukul 17.00 WIB.

Polisi menggeledah rumah sewa Dedi hingga Rabu (16/5) dini hari. Polisi juga meledakkan bom rakitan yang ditemukan di dalam rumah.

Risma menuturkan Dedi tinggal di rumah itu bersama seorang istri dan tiga anaknya yang masih kecil, yang tadi malam juga telah ditahan polisi.

"Dedi ini orang Surabaya. Dia adik kandung terduga teroris yang meledakkan diri di Rusunawa Wonocolo, Sepanjang, Sidoarjo. Tetapi, yang soal kegiatan terorisnya ini biar polisi yang menjelaskan," paparnya.

Berdasarkan pengalaman, lanjut Risma, terduga teroris kerap bersembunyi dan beraktivitas di rumah sewa atau kontrakan. Inilah yang mendasari penerapan sistem deteksi tersebut.

"Kami punya alat untuk mendeteksinya. Kami juga telah punya sistem dan peraturan daerah yang mengatur tentang warga pendatang," tambahnya.

Sistem dengan alat untuk mendeteksi kegiatan warga pendatang ini akan segera disosialisasikan ke setiap ketua RT dan RW di seluruh wilayah Surabaya. Namun, tidak disebutkan dengan detail bentuk alat maupun sistem pendeteksi tersebut.

"Jika ada aktivitas yang mencurigakan biar langsung kami tangani," kata Risma.

Sumber : Antara

Editor: Annisa Margrit

Berita Terkini Lainnya