Proliga 2018, Elektrik PLN vs Bank bjb Pakuan Awali Partai Perempat Final

Oleh: Choirul Anam 28 Maret 2018 | 19:25 WIB
Proliga 2018, Elektrik PLN vs Bank bjb Pakuan Awali Partai Perempat Final
Wakil Direktur Proliga Reginald Nelwan (tengah) berfoto bersama dengan manajer tim peserta Proliga 2018 di Malang, Rabu (28/3/2018)./Bisnis-Choirul Anam

Bisnis.com, MALANG—Juara bertahan putri, Jakarta Elektrik PLN dan juara putaran dua, Bandung Bank bjb Pakuan akan mengawali babak empat besar atau final four Proliga 2018 putaran pertama di GOR ke Arok Malang, Jumat (30/3/2018).

Wakil Direktur Proliga Reginald Nelwan mengatakan memasuki babak empat besar Proliga menjanjikan tontotan yang mengasyikkan karena diikuti tim-tim yang sudah teruji tangguh dan bermain apik.

“Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, tahun ini GOR Ke Arok dipilih untuk putaran final karena antusias penonton yang tinggi,” katanya di Malang, Rabu (28/3/2018).

Final four putaran pertama akan berlangsung 30 Maret-1 April 2018. Selain tim putri Elektrik PLN dan Bank bjb Pakuan, dua tim lainnya yang akan tampil di babak tersebut, yakni Jakarta PGN Popsivo dan Jakarta Pertamina Energi.

Di bagian putra, empat tim yang berlaga di babak empat besar a.l juara bertahan Jakarta Pertamina Energi, Palembang Bank Sumsel Babel, Surabaya Bhayangkara Samator, dan Jakarta BNI Taplus.

Keempat tim putra dan empat tim pturi lolos ke final four setelah melalui pertarungan hidup-mati di babak penyisihan dalam dua putaram, di enam kota yang diawali dari Yogyakarta (19 Januari) dan berakhir di Bandung (18 Maret).

Tiga tim putri tersingkir dari perebutan empat besar, yakni Jakarta TNI Taplus, Gresik Petrokima, dan Bekas BVN. Serdangkan di sektor putra yang diikuti lima tim, satu-satunya tim yang terlempar dari babak empat adalah Bekasi BVN.

Manajer Putri Elektrik PLN, Yulia Ismaganti mengatakan tim PLN akan bermain maksimal menghadap Bank bjb Pakuan pada pertandingan perdana di Kota Malang.

Dia menyadari kalau tim asuhan pelatih asal China, Hu Xio Dong, itu secara materi kalah dari Bank bjb yang sebagian besar pemainnya adalah mantan pemain PLN pada tiga musim sebelum ini, seperti Aprilia Manganan, Wilda SN Sugandi, Yolana Betha, dan Dian Wijayanti.

“Kami sadar, secara materi kami memang kalah dari Bank bjb, tapi kami berusaha tampil maksimal menghadap bjb,” ucapnya.

Menurut Yulia, salah satu usaha yang akan dilakukan PLN untuk mencapai kemenangan adalah mendatangkan asisten pelatih Tien Mei. Dia adalah pelatih yang membawa Elektrik PLN menjuarai Proliga tiga musim berturut-turut, yakni 2015, 2016, dan 2017.

“Kami akan mengusahakan Tien Mie datang di Malang,” ucapnya.

Sementara itu, bagi Bank bjb, kendati unggul materi pemain dari Elektrik PLN, tetap harus waspada. Keunggulan dua kemenangan di babak penyisihan tidak menjadi ukuran bagi Bank bjb.

“Keunggulan dua laga di babak penyisihan memang menjadi modal bagi kami, tapi itu tidak menjadi jaminan karena di final four apa pun bisa terjadi,” kata Manajer Bank bjb Ayi Subarna.

Dia menenegaskan, tim asuhan Octavian itu tetap optimistis akan mampu mengatasi Elektrik PLN. Pada pertemuan terakhir seri ke dua, putran di Palembang, Aprilia Manganan dan kawan-kawan sempat kecolongan satu set meski akhirnya unggul 3-1. “Waktu itu anak-anak terlalu percaya diri sehingga set pertama kalah,” ucapnya.

 

Editor: Miftahul Ulum

Berita Terkini Lainnya