Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nilai Transaksi Saham di Wilayah OJK Malang Tembus Rp2,4 Triliun

Jumlah kepemilikan saham sendiri tercatat sebesar Rp4,68 triliun atau tumbuh 9,61% dari tahun sebelumnya.
Karyawan beraktivitas di PT Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (21/3/2024)./Bisnis-Eusebio Chrysnamurti.
Karyawan beraktivitas di PT Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (21/3/2024)./Bisnis-Eusebio Chrysnamurti.

Bisnis.com, MALANG — Nilai transaksi saham di wilayah kerja OJK Malang pada posisi Januari 2024 sebesar Rp2,4 triliun atau meningkat 28,92% dibandingkan posisi yang saham tahun lalu.

Plt. Kepala Kantor OJK Malang, Ismirani Saputri, mengatakan jumlah kepemilikan saham sendiri tercatat sebesar Rp4,68 triliun atau tumbuh 9,61% dari tahun sebelumnya. “Data transaksi saham juga menunjukkan peningkatan baik dari sisi frekuensi, volume, dan nilai transaksi,” ujarnya.

Proyek pemerintah, implementasi Undang-Undang No. 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan, serta pembukaan kembali perekonomian Tiongkok, kata dia, diharapkan dapat memicu pertumbuhan positif investasi di Indonesia.

Dia juga menilai, tingkat inklusi pasar modal di wilayah kerja KOJK Malang tampaknya akan terus menunjukkan pertumbuhan positif yang tercermin dari pertumbuhan Single Investor Identification (SID) yang mencapai 266.724 SID pada akhir Januari 2024, tumbuh 17,77% dari tahun sebelumnya dan meningkat 1,41% secara month to month

Menurut Ismirani, pertumbuhan tertinggi ditunjukkan oleh SID transaksi efek (C-BEST) yang mencapai 112.839 SID per akhir Januari 2024 atau tumbuh 19,67% yoy. Minat masyarakat terhadap investasi di pasar Surat Berharga Negara masih menunjukkan sentimen positif yang tercermin dari peningkatan SID SBN 16,16% yoy dan 1,09% mtm.

Ekonom Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya, Joko Budi Santoso, menilai literasi keuangan yg terus meningkat di wilayah kerja OJK Malang berdampak semakin meleknya masyarakat terkait pilihan investasi yang aman dan cuan, salah satunya investasi di pasar saham.

Hal ini, kata dia, dibuktikan dengan SID yang terus meningkat dan pilihan investasi di SBN. “Informasi ekonomi yg mudah diakses, pengetahuan pasar saham yang meningkat, dan kemudahan layanan serta akses pasar saham membuat pilihan investasi di sektor ini  semakin diminati masyarakat,” katanya, Kamis (18/4/2024). (K24)


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Choirul Anam
Editor : Miftahul Ulum
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper