Stok Komoditas Padi dan Jagung di Jatim Menghadapi El Nino

Pasokan komoditas pangan di Jawa Timur terutama padi dan jagung hingga saat ini masih tergolong aman dan cukup untuk memenuhi kebutuhan konsumsi.
Tanaman jagung./Bisnis
Tanaman jagung./Bisnis

Bisnis.com, SURABAYA — Pasokan komoditas pangan di Jawa Timur terutama padi dan jagung hingga saat ini masih tergolong aman dan cukup untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat meski tanaman ini menghadapi ancaman kekeringan atau El Nino.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jatim, Dydik Rudy Prasetya menjelaskan, berdasar Kerangka Sampel Area (KSA) pada periode Januari – September 2023, potensi luas panen padi di Jatim mencapai 1.475.162 ha, atau lebih besar 16.305 ha dibandingkan periode sama tahun lalu.

“Dari total luas lahan panen itu ada potensi produksi sebesar 8.280.401 ton Gabah Kering Giling (GKG). Jumlah ini meningkat sebanyak 128.429 ton GKG dari periode sama 2022 yang sebesar 8.151.973 ton,” jelasnya, Kamis (24/8/2023).

Dia mengatakan memang EL Nino telah berdampak pada kekeringan di 11 kabupaten. Sebanyak 3 daerah di antaranya masuk dalam masuk zona merah (sangat rawan) kekeringan tinggi yakni Lamongan, Bojonegoro, dan Trenggalek.

“Dari total 937,85 ha lahan pertanian yang terdampak kekeringan, yang mengalami puso (gagal panen) hanya 29 ha. Sehingga sejauh ini produksi padi tidak ada masalah, dan masih surplus karena konsumsi beras di Jatim rata-rata 261.338 ton/bulan,” ujarnya.

Sedangkan untuk produksi jagung, lanjut Rudy, di sepanjang Januari - Agustus mencapai 5 juta ton lebih. Terdapat 3 daerah penghasil jagung tertinggi di Jatim di antaranya Lamongan sebanyak 321.759 ton, Sumenep 309.449 ton dan Tulungagung sebanyak 259.566 ton.

“Komoditas jagung untuk konsumsi masih aman bahkan surplus, tetapi jika untuk kebutuhan industri pakan ternak memang harus impor karena produksi jagung juga tidak terjadi sepanjang bulan,” imbuhnya.

Seperti diketahui, harga beras di Jatim dalam beberapa minggu terakhir ini mengalami peningkatan. Berdasarkan data Sistem Informasi Ketersediaan dan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) Jatim per 24 Agustus 2023 ini harga beras medium rata-rata Rp10.498/kg, harga tertinggi terjadi di Gresik Rp11.666/kg, terendah terjadi di Madiun Rp9.450/kg.

Dibandingkan pada pekan lalu atau 17 Agustus 2023, harga beras mediun rerata Rp10.395/kg, tertinggi di Sidoarjo Rp11.500/kg dan terendah di Jombang Rp10.666/kg. 

Sedangkan beras premium per 24 Agustus 2023 rerata di Jatim Rp12.817/kg, tertinggi terjadi di Bangkalan Rp14.300/kg, terendah di Madiun Rp13.000/kg. Harga beras permium ini juga naik dibandingkan pekan lalu yakni rerata Rp12.639/kg, tertinggi terjadi di Kota Malang Rp13.700/kg dan terendah di Mojokerto Rp11.137/kg.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Peni Widarti
Editor : Miftahul Ulum
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper