Kapal Perang Kirim Sembako ke Masalembo

Sebanyak 9.410 Kepala Keluarga (KK) terdampak bencana alam tahunan di Kepulauan Masalembo ini.
BPBD Pemprov jatim menyerahkan bantuan sembako secara simbolis kepada TNI untuk diserahkan kepada masyarakat Kepulauan Masalembo, Sumenep yang mengalami krisis pangan akibat cuaca buruk./Antara-Kodim Sumenep.
BPBD Pemprov jatim menyerahkan bantuan sembako secara simbolis kepada TNI untuk diserahkan kepada masyarakat Kepulauan Masalembo, Sumenep yang mengalami krisis pangan akibat cuaca buruk./Antara-Kodim Sumenep.

Bisnis.com, SUMENEP - Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Mahalayati mengirim bantuan sejumlah kebutuhan bahan pokok ke Kepulauan Masalembo, Sumenep, Jawa Timur, menyusul kelangkaan pangan di wilayah itu akibat cuara buruk akhir-akhir ini.

"Bantuan berangkap dari Dermaga Koarmada II, Ujung, Surabaya, Rabu (1/3)," kata Komandan Kodim (Dandim) 0827 Sumenep Letkol Czi Donny Pramudya Mahardi di Sumenep, Jawa Timur, Kamis (2/3/2023).

Dalam tiga pekan terakhir ini, cuaca buruk terjadi di beberapa wilayah di Jawa Timur, termasuk di Pulau Madura dan Kepulauan Sumenep.

Akibatnya aktivitas angkutan laut dari daratan Sumenep ke kepulauan terhenti, termasuk aktivitas nelayan, serta pasokan kebutuhan bahan pokok dari daratan ke Kepulauan Sumenep juga terhenti.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Sumenep mencatat sebanyak 9.410 Kepala Keluarga (KK) terdampak bencana alam tahunan di Kepulauan Masalembo ini.

"Atas dasar ini maka Pemkab Sumenep mengajukan permohonan kepada Gubernur Jatim untuk menyalurkan bantuan pangan berupa beras cadangan pemerintah ke Kepulauan Sumenep dan kebutuhan sembako lainnya dengan menggunakan kapal TNI AL," kata dandim.

Ia menjelaskan bantuan kebutuhan bahan pokok yang disalurkan ke masyarakat Kepulauan Masalembo itu berupa beras 10 ton, sarden 700 kaleng, gula 5 ton, mi instan 10.000 bungkus, dan minyak goreng ukuran 2 liter 1.000 kemasan.

"Bantuan ini sebagai upaya bersama dalam membantu masyarakat yang tengah mengalami kesulitan. Di samping itu juga sebagai implementasi perintah Panglima TNI dan juga KSAD, bahwa TNI harus hadir untuk membantu mengatasi kesulitan rakyat," kata Dandim.

"Yang paling pokok upaya kita adalah bahwa kita masih bisa mengatasi segera kesulitan yang saat ini darurat terjadi di Masalembo," katanya.

KRI Malahayati merupakan kapal pertama yang berangkat menyalurkan bantuan untuk mengatasi krisis pangan akibat cuaca buruk di Kepulauan Masalembo, Sumenep.

"Sebab masih ada sekitar 20 ton lagi sembako yang harus dikirim ke Kepulauan Masalembo yang rencananya akan ikut dalam penyaluran itu Pangdam V/Brawijaya, Forkopimda Jatim, dan Bupati Sumenep," kata Dandim Donny Pramudya Mahardi.

Menurut Komandan KRI Mahalayati Letkol Laut (P) Fuad Hasan, pengiriman bantuan sembako ke Masalembo itu diperkirakan membutuhkan waktu tempuh selama 14 jam dari Ujung, Surabaya, karena cuaca buruk.

"Sekitar pukul 07.00 WIB tadi, kapal sudah tiba di Masalembo, akan tetapi tidak bisa bersandar ke dermaga karena cuaca tidak bersahabat, sehingga sembako bantuan untuk masyarakat harus diangkut menggunakan perahu," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Penulis : Newswire
Editor : Miftahul Ulum
Sumber : Antara
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper