Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Pabrik Rokok Ilegal di Malang Digerebek, Begini Kata Akademisi

Regulasi kenaikan tarif cukai berdampak pada penurunan jumlah pabrikan rokok dan peningkatan peredaran rokok ilegal.
Choirul Anam
Choirul Anam - Bisnis.com 19 Januari 2023  |  08:27 WIB
Pabrik Rokok Ilegal di Malang Digerebek, Begini Kata Akademisi
Barang bukti rokok ilegal yang diamankan Bea dan Cukai Malang dari pabrik rokok ilegal di Kab. Malang, Senin (16/1/2023). - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, MALANG - Bea Cukai Malang menggerebek pabrik rokok ilegal di Jl. Madura, Kec. Tajinan, Kab. Malang, serta berhasil menyita 183.880 batang pada Senin (16/1/2023).

Peneliti Senior Pusat Penelitian Kebijakan Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya, Imanina Eka Dalilah, menilai meski industri hasil tembakau (IHT) menghadapi tantangan kenaikan tarif cukai dan harga rokok terjadi hampir setiap tahunnya.

Regulasi kenaikan tarif cukai berdampak pada penurunan jumlah pabrikan rokok dan peningkatan peredaran rokok ilegal.

Sedangkan pemerintah menerapkan besaran tarif cukai yang berlaku selama 2 tahun, yakni 2023 dan 2024. Besaran kenaikan sebesar 10 persen pada golongan sigaret kretek mesin (SKM), sigaret putih mesin (SPM), dan sigaret kretek tangan (SKT) dengan persentase bervariasi tiap golongan. Namun demikian, kenaikan 10 persen akan diterjemahkan menjadi kenaikan rata-rata di tiap-tiap golongan.

Selain itu, pemerintah juga melarang perdagangan rokok per batang.

Imanina menilai beberapa kondisi itu menjadikan industri hasil tembakau memiliki tantangan yang cukup besar. "Tekanan yang dihadapi IHT melalui berbagai regulasi yang ada pada akhirnya mendorong kian maraknya peredaran rokok ilegal di Indonesia," jelasnya.

Data Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) mencatat bahwa sejak 2010 perkembangan rokok ilegal terus meningkat, yang mana peningkatan tertinggi terjadi pada tahun 2016 (12,1 persen).

Saat ini, dengan adanya kenaikan tarif cukai yang terus terjadi setiap tahun mendorong kembali kenaikan peredaran rokok ilegal dari 4,9 persen (2020) menjadi 5,5 persen (2022).

Peredaran rokok ilegal bisa terjadi untuk memenuhi permintaan dari masyarakat. Hal ini karena kenaikan cukai tersebut mutlak secara langsung mengubah Indeks kemahalan rokok mengalami peningkatan menjadi 13,77 persen dari sebelumnya sebesar 12,7 persen.(K24)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

rokok ilegal Cukai Rokok industri hasil tembakau malang
Editor : Miftahul Ulum
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top