Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Bea Cukai Gerebek Pabrik Rokok Ilegal di Kab. Malang

Total perkiraan nilai barang mencapai Rp37.044.400 dengan potensi kerugian negara sebesar Rp126.360.720.
Choirul Anam
Choirul Anam - Bisnis.com 18 Januari 2023  |  11:07 WIB
Bea Cukai Gerebek Pabrik Rokok Ilegal di Kab. Malang
Barang bukti rokok ilegal yang diamankan Bea dan Cukai Malang dari pabrik rokok ilegal di Kab. Malang, Senin (16/1/2023). - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, MALANG — Bea Cukai Malang menggerebek pabrik rokok ilegal di Jl. Madura, Kec. Tajinan, Kab. Malang, serta berhasil menyita 183.880 batang.

Kepala Kantor Bea Cukai Malang, Gunawan Tri Wibowo, mengatakan penggerebekan itu berdasarkan informasi dari masyarakat yang menyebut ada tempat yang diduga memproduksi Barang Kena Cukai (BKC) yang tidak memiliki izin/ilegal.

“Atas informasi tersebut, Senin (16/1/2023), Tim Intelijen dan Tim Penindakan melakukan pemantauan atas bangunan tersebut di Jalan Madura, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang,” katanya, Selasa (17/1/2023).

Tim Intelijen dan Tim Penindakan melakukan pemeriksaan terhadap bangunan tersebut dengan didampingi oleh Ketua RT setempat. Hasil pemeriksaan, didapati 43 bal Barang Kena Cukai Hasil Tembakau (BKC HT) jenis sigaret kretek mesin (SKM)/rokok ilegal merek Black Stick sebanyak 9.194 bungkus dengan total 183.880 batang, dan dua karton etiket merek Black Stick dan Coffe Bleck Stik serta 79 unit peralatan produksi berupa alat pemanas.

Selanjutnya, kata dia, tim menegah dan membawa barang–barang tersebut ke Bea Cukai Malang untuk dilakukan proses lebih lanjut. Dari hasil penindakan tersebut, total perkiraan nilai barang mencapai Rp37.044.400 dengan potensi kerugian negara sebesar Rp126.360.720.(K24)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

rokok ilegal malang jatim
Editor : Miftahul Ulum
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top