Indeks Pembangunan Manusia Kota Malang 2022 Mencapai 82,71 Persen

IPM sebagai salah satu indikator yang merepresentasikan kualitas SDM mengalami pertumbuhan secara berkelanjutan.
Siswa mengikuti ujian./Antara
Siswa mengikuti ujian./Antara

Bisnis.com, MALANG — Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Malang pada 2022 mencapai 82,71 persen atau tumbuh 0,82 persen.

Kepala BPS Kota Malang, Erny Fatma Setyoharini, mengatakan pada periode 2013-2022, IPM Kota Malang tumbuh rerata 0,59 per tahun. “Umur harapan hidup 73,75 tahun, harapan lama sekolah 15,75 tahun dan rerata lama sekolah 10,69 tahun, serta pengeluaran per kapita yang disesuaikan Rp11,897 juta,” katanya, Rabu (7/12/2022).

Status pembangunan manusia kota di Jatim pada 2021, kata dia, empat kota/kabupaten yang sangat tinggi, yakni Kota Surabaya, Kota Malang, Kota Madiun, dan Kab. Malang.

IPM kabupaten/kota di Jatim pada 2022, tertinggi Surabaya dengan 82,74 persen, Kota Malang 82,71 persen, Kota Madiun 81,02 persen, dan Sidoarjo 79,32 persen.

Ekonom Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya, Joko Budi Santoso, menilai IPM sebagai salah satu indikator yang merepresentasikan kualitas SDM mengalami pertumbuhan secara berkelanjutan.

Menurut dia, IPM Kota Malang tertinggi ke-2 di Jawa Timur. Peningkatan IPM ini sangat wajar karena bidang pendidikan didukung penuh oleh anggaran pemerintah pusat dan daerah.

Bidang pendidikan mendapatkan alokasi anggaran 20 persen dan kesehatan sebesar 15 persen setiap tahun. Selain itu, fasilitas pendidikan dan kesehatan di Kota Malang yang sangat memadai menjadi modal dasar membangun kualitas SDM yang mumpuni.

“Selanjutnya, tinggal pemerintah daerah lebih fokus di dalam program-program meningkatkan pendapatan masyarakat, sehingga pengeluaran per kapita masyarakat akan berkontribusi signifikan dalam pertumbuhan IPM ke depan,” ujarnya.

Selain itu, penguatan usaha mikro dan kecil, stabilisasi harga kebutuhan pokok, dan perlindungan sosial bagi kelompok miskin dan rentan miskin merupakan langkah konkret yang dapat dilakukan untuk mendorong pendapatan masyarakat lebih tinggi sehingga pengeluaran per kapita juga turut terkerek naik. (K24)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Choirul Anam
Editor : Miftahul Ulum
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper