Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bank Jatim Siap Beri Kredit Petani Tebu Binaan SGN

Kinerja penyaluran kredit sektor SME (Small Medium Enterprise) atau usaha kecil dan menengah hingga September 2022 tercatat mencapai Rp5,72 triliun.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 22 November 2022  |  15:53 WIB
Bank Jatim Siap Beri Kredit Petani Tebu Binaan SGN
Ilustrasi pekerja kebun di Lumajang sedang menebang tebu yang siap untuk dikirim ke pabrik gula. - Bisnis / Peni Widarti
Bagikan

Bisnis.com, SURABAYA - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) siap untuk memfasilitasi kredit usaha bagi petani tebu binaan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) atau Sugar Co.

Direktur Utama Bank Jatim, Busrul Iman mengatakan komitmen Bank Jatim untuk menyalurkan kredit bagi petani tebu ini telah diwujudkan melalui penandatanganan perjanjian kerja sama antara Bank Jatim dengan SGN pada 21 November 2022.

“Kerja sama dengan SGN ini akan mendukung pengembangan usaha kredit sektor pekerbunan tebu dan industri gula khususnya yang ada di Jawa Timur,” ujarnya, Selasa (22/11/2022).

Dia mengatakan kolaborasi Bank Jatim dengan SGN ini akan diimplementasikan melalui skim Kredit Usaha Rakyat (KUR) atau skim kredit Bank Jatim lainnya. Sementara, SGN nantinya akan memberikan rekomendasi petani tebu yang layak menerima kredit sesuai dengan data yang ada.

“Pemberian kredit kepada petani tebu ini bisa digunakan untuk budidaya tebu mulai dari biaya garap lahan atau biaya operasional, hingga pemberian kredit dengan agunan delivery order (DO) gula,” jelasnya.

Busrul menambahkan, selama ini memang penyaluran kredit Bank Jatim untuk sektor produktif terutama bidang perkebunan masih belum optimal lantaran masyarakat lebih mengenal kredit Bank Jatim untuk pegawai.

“Untuk itu, kami berharap melalui kerja sama dengan SGN, kinerja kredit produktif Bank Jatim terutama di sektor perkebunan/pertanian ataupun industri gula dapat lebih optimal,” imbuhnya.

Diketahui, kebutuhan gula nasional saat ini masih banyak ditopang oleh produk impor, padahal Jatim sendiri merupakan daerah penghasil komoditas gula terbesar di Indonesia dengan jumlah pabrik gula terbanyak, yakni berkontribusi sebanyak 47,24 persen dari total produksi nasional.

“Kami berharap kredit untuk petani tebu ini dapat meningkatkan usaha para petani tebu sekaligus dapat meningkatkan produksi gula agar bisa memenuhi kebutuhan nasional,” imbuhnya.

Berdasarkan data Bank Jatim, kinerja penyaluran kredit sektor small medium enterprise (SME) atau usaha kecil dan menengah hingga September 2022 tercatat mencapai Rp5,72 triliun. Jumlah tersebut meningkat 19,07 persen dibandingkan periode sama tahun lalu yakni Rp4,8 triliun.

Total penyaluran kredit SME tersebut, terdiri dari kredit Jatim Ritel Rp1,59 triliun, Jatim Mikro Rp1 triliun, dan KUR Rp2,01 triliun, dan kredit lainnya Rp1 triliun. Seluruh sektor kredit SME mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu, kecuali KUR yang mengalami peningkatkan hingga 610,38 persen.

Direktur SGN, Suhendri menambahkan, kerja sama dengan Bank Jatim ini diharapkan dapat mempermudah petani dalam hal pembiayaan. Selain itu petani diharapkan juga menerima suatu nilai yang dapat meningkatkan pendapatan petani. 

“Dengan begitu kita dapat mengoptimalkan produksi gula di Jatim dan ujungnya adalah dapat mewujudkan swasembada pangan nasional khususnya komoditas gula,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank jatim jatim
Editor : Miftahul Ulum
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top