Jatim Dapat Hibah €1,49 Juta dari Jerman, Ini Peruntukannya

Konektivitas Gerbangkertosusila Plus akan dilakukan sektor transportasi berupa angkutan massal berbasis jalan, bandara, pelabuhan, hingga angkutan berbasis rel.
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dalam penandatanganan kerja sama dengan Kfw Jerman untuk pengembangan Gerbangkertosusila Plus./Dok. Pemprov Jatim
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dalam penandatanganan kerja sama dengan Kfw Jerman untuk pengembangan Gerbangkertosusila Plus./Dok. Pemprov Jatim

Bisnis.com, SURABAYA — Pengembangan konektivitas kawasan Gerbangkertosusila Plus (Gresik-Bangkalan-Mojokerto-Sidoarjo-Surabaya-Lamongan-Jombang-Bojonegoro-Tuban) di Jawa Timur mendapat bantuan hibah dari Pemerintah Jerman sekitar €1,49 juta atau setara Rp23 miliar.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan bantuan kerja sama dari Jerman melalui Kreditanstalt für Wiederaufbau (KfW) ini akan dimulai setelah dilakukannya penandatanganan kesepakatan bersama oleh KfW dan 8 kepala daerah dalam program Sustainable Urban Mobility Plan (SUMP) pada 15 November 2022.

“Kick Off Meeting SUMP ini membutuhkan komitmen tinggi dari seluruh para bupati/wali kota yang masuk dalam kawasan Gerbangkertosusila Plus dengan harapan agar pembangunan konektivitas bisa menggerakkan roda perekonomian melalui mobilitas barang dan jasa hingga meningkatkan investasi,” ujarnya dikutip dalam rilis, Rabu (16/11/2022).

Dia meminta agar proses pelaksanaan SUMP dilakukan dengan perencanaan yang matang dan terkoodinasi dengan baik di lintas sektor berkaitan. Sebagai contoh, dalam pengembangan angkutan massal berbasis rel dan reaktivasi jalur kereta api, maka dibutuhkan koordinasi dengan PT KAI.

Selain itu, dalam pengembangan konektivitas Gerbangkertosusila Plus ini juga akan dilakukan pada sektor transportasi lain dari angkutan massal berbasis jalan, bandara, hingga pelabuhan.

Menurut Khofifah, Jerman mau bekerja sama dengan Jatim karena Jatim dinilai memiliki potensi pertumbuhan ekonomi yang tinggi dengan segala sumber daya alam dan manusia yang tersedia. 

"Secara geodemografi kawasan Gerbangkertosusila Plus memiliki luas kurang lebih 10.845,73 km2 atau 22,69 persen dari luas Jatim, dan jumlah penduduk 13,8 juta jiwa lebih atau 33,80 persen dari penduduk. Ini adalah potensi yang begitu besar untuk mengungkit perekonomian Jatim," katanya. 

Principal Portfolio Manager Green Infrastructure Initiative (GII) KfW, Olaf Goerke menambahkan, kerja sama dengan Jatim menjadi kelanjutan komitmen Pemerintah Indonesia dan Jerman dalam sektor prakarsa teknologi hijau di Indonesia. “Kami sangat optimistis dengan kerja sama ini karena Jatim dan Kota Surabaya telah menjadi wilayah yang penting bagi perekonomian,” imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Peni Widarti
Editor : Miftahul Ulum
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper