Penjualan Eceran di Malang Tumbuh Positif, Ini Tiga Segmen Utamanya

Hasil pelaksanaan Survei Penjualan Eceran (SPE) Bank Indonesia Malang menunjukkan prakiraan pertumbuhan omzet penjualan secara bulanan terjadi pada top three.
Mekanik Honda melakukan servis motor /AHM
Mekanik Honda melakukan servis motor /AHM

Bisnis.com, MALANG — Penjualan eceran di Malang pada Oktober 2022 diprakirakan tumbuh positif sebesar 1,95 persen (mtm), mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan realisasi pada September 2022 yang termoderasi sebesar -1,67 persen (mtm).

Kepala Perwakilan BI Malang, Samsun Hadi, mengatakan hasil pelaksanaan Survei Penjualan Eceran (SPE) Bank Indonesia Malang menunjukkan prakiraan pertumbuhan omzet penjualan secara bulanan terjadi pada top three kelompok komoditas dengan peningkatan tertinggi, yakni kelompok kendaraan yang tercatat sebesar 5,60 persen (mtm).

“Kelompok komoditas ini mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan realisasi September 2022 yang terkontraksi sebesar -3,47 persen (mtm),” katanya, Minggu (13/11/2022).

Menurut dia, perbaikan tertinggi disumbang subsektor motor sebesar 8,34 persen (mtm). Responden SPE mengkonfirmasi bahwa dengan adanya motor tipe baru, sebagian besar responden mengadakan pameran untuk memperkenalkan produk tersebut dan menambah sales untuk memenuhi target penjualan sehingga berdampak pada perbaikan omzet penjualan.

Selanjutnya, kategori kelompok suku cadang dan aksesori tercatat di level 1,82 persen (mtm), meningkat jika dibandingkan dengan realisasi bulan bulan sebelumnya yang terkontraksi sebesar -7,39 persen (mtm).

Subsektor suku cadang dan aksesori motor, Samsun menegaskan, memberikan pengaruh peningkatan tertinggi sebesar 2,27 persen (mtm). Peningkatan tersebut dipengaruhi oleh melonjaknya permintaan konsumen untuk melakukan service rutin dan penggantian sparepart.

Hal tersebut juga terkonfirmasi dari pernyataan responden SPE yang menyampaikan bahwa pengguna motor pembelian baru yang sudah memenuhi kilometer tertentu mengalami peningkatan permintaan untuk melakukan perawatan sejalan dengan meningkatnya mobilitas masyarakat.

Selain itu, kata dia, kelompok bahan bakar kendaraan bermotor diprakirakan tumbuh positif di level 1,07 persen (mtm), relatif stabil namun cenderung menurun jika dibandingkan dengan realisasi di bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 12,79 persen (mtm).

Perbaikan tertinggi pada kelompok komoditas ini disumbang oleh subsektor solar sebesar 3,26 persen (mtm). Hal tersebut dipengaruhi oleh meningkatnya aktivitas masyarakat dalam pemakaian kendaraan bermesin diesel yang berdampak pada peningkatan permintaan BBM jenis solar.

“Dengan perkembangan tersebut, Bank Indonesia memandang inflasi 2022 akan lebih rendah dibandingkan dengan prakiraan awal, meski masih diatas sasaran 3,0+1 persen. Sinergi kebijakan antara Pemerintah Pusat dan Daerah dengan Bank Indonesia akan terus diperkuat untuk memastikan inflasi agar segera kembali ke sasaran yang telah ditetapkan,” ucapnya.

Ekonom Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya, Joko Budi Santoso menilai, hasil survei tersebut menunjukkan bahwa geliat ekonomi pascapandemi masih terus berjalan, seiring dengan pulihnya sektor-sektor ekonomi, kebutuhan kendaraan untuk menunjang aktivitas produksi maupun pribadi mendorong pertumbuhan penjualan kendaraan.(K24)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Penulis : Choirul Anam
Editor : Miftahul Ulum
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper