Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Realisasi Penghimpunan Pajak Daerah Kota Malang Tembus Rp280 Miliar

Target penerimaan pajak daerah 2022, kata dia, mencapai Rp566 miliar, sedangkan untuk target PBB pada 2022 Rp88 miliar dan terealisasi Rp50 miliar.
Choirul Anam
Choirul Anam - Bisnis.com 25 Juli 2022  |  08:22 WIB
Realisasi Penghimpunan Pajak Daerah Kota Malang Tembus Rp280 Miliar
Wali Kota Malang, Sutiaji, pada Jalan Sehat Gebyar Sadar Pajak 2022, Minggu (24/7/2022). - Istimewa

Bisnis.com, MALANG — Realisasi penerimaan pajak daerah Kota Malang menembus Rp280 miliar sampai dengan akhir semester I/2022.

Kepala Badan Pendapatan Daerah Kota (Bapenda) Malang, Handi Priyanto, mengatakan pajak daerah menempati porsi 93 persen dari pendapatan asli daerah (PAD) sehingga pembiayaan terbesar pembangunan di Kota Malang mengandalkan sektor pajak salah satunya PBB, disamping pajak BPHTB, dan resto.

“Memang secara nominal belum 100 persen saat ini kurang lebih 50 persen menjelang jatuh tempo. Namun, per 1 Agustus itu nanti akan ada pemutihan jadi bebas denda administrasi PBB dan pajak daerah lainnya. Kami mengharapkan masyarakat memanfaatkan waktu bebas denda selama tiga bulan bagi yang kemarin belum bayar,” katanya di sela-sela Jalan Sehat Gebyar Sadar Pajak 2022, Minggu (24/7/2022).

Target penerimaan pajak daerah 2022, kata dia, mencapai Rp566 miliar, sedangkan untuk target PBB pada 2022 Rp88 miliar dan terealisasi Rp50 miliar. Akhir Oktober, Bapenda akan kembali mengadakan gebyar sadar pajak yang ke-2 sebagai reward dan apresiasi yang sudah melakukan pembayaran PBB dan pajak daerah lainnya. Ada kesempatan melakukan pembayaran tanpa dikenai denda yakni Agustus, September dan Oktober.

“Harapan kami agar pembangunan di Kota Malang dapat terlaksana dan berkelanjutan. Kemudian semua aspirasi dan masukan dari masyarakat bisa terpenuhi, maka bayarlah pajak Anda. Karena pajak itu dari masyarakat, untuk masyarakat dan oleh masyarakat,” katanya.

Wali Kota Malang, Sutiaji, menegaskan gebyar sadar pajak ini merupakan acara rutin tahunan Bapenda yang ditujukan untuk memberi penghargaan kepada masyarakat yang patuh membayar pajak, khususnya pajak bumi dan bangunan (PBB) yang menjadi pendapatan daerah diperuntukkan kembali untuk masyarakat melalui berbagai macam program pembangunan di Kota Malang.

“Kami ucapkan ribuan terima kasih panjenengan hadir, berarti sepakat bahwa kesadaran untuk berkontribusi membangun daerahnya panjenengan sudah bagus. Semoga bisa membawa pulang hadiahnya, jika belum dapat tidak apa-apa paling tidak sudah dapat sehatnya karena sudah ikut senam dan jalan sehat,” ungkapnya.

Dia menambahkan, selain sebagai wujud apresiasi kepada wajib pajak Kota Malang, kegiatan ini juga dalam rangka memberikan motivasi dan stimulasi kepada masyarakat agar kesadaran dalam kewajiban membayar pajak semakin meningkat, baik literatif dan implementatif.

Oleh karena itulah, dia berharap, target pendapatan pajak Kota Malang hingga akhir 2022 nanti dapat terpenuhi.

“Membayar pajak itu sebetulnya lahan untuk ibadah dan sedekah. Jadi jangan menganggap yang dipakai itu tidak mempunyai makna. Karena uang yang dikeluarkan itu untuk beasiswa, untuk guru mengaji, muadzin, marbot masjid, untuk membantu seluruh umat beragama, untuk membangun jalan dan lainnya. Sehingga kalau diniatkan untuk membantu orang lain insyaallah lebih semangat,” ucapnya,

Dia menegaskan pula, seluruh masyarakat yang hadir adalah yang sudah membayar pajak karena salah satu syarat mengikuti jalan sehat ini untuk mendapatkan kupon dan penukaran kupon sudah lunas pajak 2022.(K24)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pajak daerah pendapatan daerah malang jatim
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top