Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Inflasi Kota Malang Tertinggi di Jatim, Ini Kata Pengamat

Inflasi tertinggi terjadi di Kota Malang Sebesar 1,44 persen dan terendah terjadi di Sumenep sebesar 0,95 persen.
Choirul Anam
Choirul Anam - Bisnis.com 10 Mei 2022  |  10:43 WIB
Ilustrasi ikon tugu Kota Malang. - Ist
Ilustrasi ikon tugu Kota Malang. - Ist

Bisnis.com, MALANG — Kota Malang mengalami inflasi 1,44 persen pada April, tertinggi di Jatim yang dipicu a.l kenaikan harga minyak goreng, bensin, dan transportasi.

Kenaikan inflasi yang relatif besar itu dinilai pengamat sebagai positif karena menunjukkan tren pemulihan ekonomi ke arah yang benar.

Kepala BPS Kota Malang, Erny Fatma Setyoharini, mengatakan pada April 2022 terjadi inflasi sebesar 1,44 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 108,80.

“Dari delapan kota IHK di Jawa Timur, seluruhnya mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Malang Sebesar 1,44 persen dan terendah terjadi di Sumenep sebesar 0,95 persen,” katanya di Malang, Senin (9/5/2022).

Secara umum, komoditas penyumbang inflasi hampir sama di Jatim, namun yang membedakan di Malang ada Bandara Abd Saleh sehingga kenaikan tingkat menyebabkan kenaikan harga jasa transportasi udara.

Kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan pada April, yakni kelompok transportasi sebesar 4,24 persen, kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 2,53 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 1,20 persen, kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,90 persen.

Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,90 persen, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,85 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,35 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,27 persen, kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,20 persen; kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,06 persen. Kelompok pendidikan menjadi satu-satunya kelompok yang stabil.

Tingkat inflasi tahun kalender (Desember 2021-April 2022) sebesar 2,79 persen, sedangkan tingkat inflasi tahun ke tahun (April 2022 terhadap April 2021) sebesar 4,35 persen.

Menurut dia, pada April 2022 secara umum harga komoditas menunjukkan adanya kenaikan. Sepuluh komoditas teratas yang memberikan andil/sumbangan inflasi pada April 2022, yakni minyak goreng, bensin, angkutan udara, daging sapi, daging ayam ras, kontrak rumah, mobil, kue kering berminyak, nasi dengan lauk, dan ayam hidup.

Sedangkan komoditas teratas yang memberikan andil/sumbangan yang menahan laju inflasi, antara lain: cabai rawit, bawang merah, beras, cabai merah, udang basah, tomat, wortel, brokoli, ikan tuna, dan bandeng diawetkan

Pada April 2022, dari 11 kelompok pengeluaran, 10 di antaranya memberikan andil terhadap inflasi, sedangkan 1 lainnya tidak memberikan andil inflasi maupun deflasi.

Kelompok pengeluaran yang memberikan andil/sumbangan inflasi, yaitu: kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,57 persen, kelompok transportasi sebesar 0,54 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,10 persen, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,07 persen, kelompok perlengkapan.

Kelompok peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,06 persen, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,06 persen, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,02 persen, kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,01 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,01 persen, dan kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan kurang dari 0,01 persen. Kelompok pendidikan tidak memberikan andil apapun.

Peneliti Senior Pusat Penelitian Kebijakan Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya, Joko Budi Santoso, mengatakan diperlonggarnya aturan mudik pada hari raya Idulfitri tahun ini, seakan menjadi balas dendam pemudik untuk mengobati rindu akan kampung halaman.

Aktivitas mudik yang tinggi berdampak pada inflasi yang tinggi di sektor transportasi. Hal ini juga dipicu oleh kenaikan harga BBM non subsidi dan nonpenugasan, selain itu meningkatnya permintaan angkutan udara dan darat sebagai sarana mudik juga menambah daya dorong laju inflasi.

Di sisi yang lain, kata dia, permintaan konsumsi pada saat Ramadan dan hari raya turut melejitkan inflasi di kelompok makanan, minuman, dan tembakau. Tingkat konsumsi yang berbeda selama Ramadan dan Lebaran yang didukung dengan peningkatan daya beli menyebabkan seluruh kelompok pengeluaran terdongkrak sehingga inflasi Kota Malang terdongkrak sebesar 1,44 persen tertinggi di Jawa Timur.

Inflasi di Kota Malang yang sebesar 1,44 persen, kata dia, tertinggi sepanjang masa pandemi dan pola inflasi yang tinggi selama Ramadan dan hari raya hamper setiap tahun berulang.

Meskipun capaian Inflasi bulan April tergolong sangat tinggi, namun ini dapat dimaklumi karena ada Ramadan dan hari raya serta budaya masyarakat Indonesia yang unik di momen tersebut.

Melejitnya inflasi ini dilihat dari sisi positifnya menunjukkan bahwa hari raya ini dapat dimaknai sebagai momentum kebangkitan perekonomian pascapandemi. Hal ini ditandai dengan daya beli masyarakat meningkat, perekonomian daerah terus bergairah dengan suntikan konsumsi selama ramadhan dan hari raya. Momentum ini perlu dijaga dengan tetap memperhatikan ketersediaan dan keterjangkauan harga komoditi pangan.

Pada Mei, inflasi diproyeksikan tidak setinggi bulan April karena masyarakat mulai menarik tuas rem yang kuat untuk berkonsumsi, cenderung lebih berhemat untuk menyiapkan pendidikan anak-anak ke jenjang lebih tinggi.

“Pada Mei diprediksi sektor transportasi akan tetap menyumbang inflasi karena peningkatan transportasi dari mahasiswa menuju Kota Malang. Selain itu, sektor energi dan pangan tetap perlu diwaspadai, karena instabilitas geopolitik internasional dapat memicu peningkatan harga komoditas pangan dan energi,” katanya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jatim malang
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top