Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Perosotan KenPark Ambrol, Walikota Surabaya Minta Pengelola Tanggung Jawab

Setiap investor yang memiliki tempat wahana wisata di Surabaya, tidak hanya perlu memiliki izin usaha tetapi juga perlu diimbangi dengan perawatan berkala agar tidak terjadi lagi hal serupa
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 08 Mei 2022  |  12:30 WIB
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. - Antara\r\n
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. - Antara\\r\\n

Bisnis.com, SURABAYA - Pemerintah Kota Surabaya melakukan evaluasi terhadap tempat wisata air Kenjeran Park (KenPark) pasca terjadinya kecelakaan wahana seluncur yang menyebabkan korban luka-luka.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan pihaknya telah memberikan peringatan kepada pengelola Kenjeran park karena tidak mengutamakan keselamatan pengunjung pada fasilitas yang dimiliki. 

“Saya ingin manajemen Kenjeran Park segera melakukan evaluasi secara keseluruhan demi keselamatan pengunjung dan meminta kepada pihak pengelola untuk bertanggung jawab ke seluruh korban yang mengalami cedera,” katanya dalam rilis, Minggu (8/5/2022).

Eri juga meminta agar seluruh investor/pengelola wisata yang ada di Surabaya untuk melakukan evaluasi guna memastikan, bahwa tempat wisata di Kota Surabaya aman bagi wisatawan. 

"Saya minta kepada manajemen untuk melakukan tanggung jawab dan bersinergi, bagaimana manajemen bisa memberikan kepastian bahwa tidak semua tempat wisata di Surabaya seperti ini. Ini juga jadi pembelajaran bagi pengelola tempat wisata, bagaimana pengelola harus selalu melihat keamanannya dan kekuatan permainannya, karena kan pandemi kemarin sudah lama nggak digawe (lama tak terpakai)," ujarnya.

Menurutnya, setiap investor yang memiliki tempat wahana wisata di Surabaya, tidak hanya perlu memiliki izin usaha tetapi juga perlu diimbangi dengan perawatan berkala agar tidak terjadi lagi hal serupa di tempat wisata lain di Kota Surabaya. 

“Dalam pemeliharaan itu kan milik swasta, jadi kalau pemeliharaan ini dilakukan oleh investor, maka harus bisa menjamin layak fungsi wahananya. Oleh karena itu, kita nanti lakukan evaluasi di tempat wahana atau wisata lainnya,” ujarnya. 

Selain itu, lanjutnya, setiap pengelola atau investor yang mempunyai tempat wahana atau wisata juga harus memberikan laporan hasil kelayakan, dan pengelola atau investor harus tahu kondisi fasilitasnya, karena setiap fasilitas permainan atau wahana harus sesuai dengan kapasitasnya. 

"Terkait evaluasi, itu semua sudah dilakukan atau belum oleh pengelola nanti kita cek lagi. Kalau tadi dengan dengar ceritanya ada wahana yang kelebihan beban, nah itu kan harus ada yang jaga dan harus sesuai maksimal wahananya, kalau nggak sesuai ya ambruk. Kita lihat dulu hasil evaluasinya, sembari menunggu hasil penyelidikan dari Polres Pelabuhan Tanjung Perak,” imbuhnya.

Diketahui, peristiwa ambrolnya wahana seluncur di KenPark Surabaya telah menyebabkan adanya 16 korban, sebanyak 8 orang dirawat di RSUD Dr Soetomo sedangkan 8 orang lainnya dirawat di RS Soewandhie. Sementara itu untuk pasien yang sudah dibolehkan pulang dari RSUD Dr Soetomo ada 1 pasien dan 4 orang pasien di RS Soewandhie juga sudah diperbolehkan pulang. 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

surabaya Eri Cahyadi, Wali Kota Surabaya
Editor : Edi Suwiknyo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top