Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Relokasi Desa Terdampak Semeru, Begini Perkembangannya

Penentuan lokasi untuk memindahkan suatu desa yang terdampak bencana harus memastikan keberadaan sumber daya air, bukan hanya dari sisi keamanan dari dampak bencana.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 10 Desember 2021  |  11:12 WIB
Warga berfoto dengan latar belakang gunung Semeru terlihat di desa Supiturang, Pronojiwo, Lumajang, Jawa Timur, Jumat (10/12/2021). Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat dalam laporan per enam jam, gunung Semeru masih berada di status Waspada (level 2) dengan aktivitas awan panas serta kegempaan sebanyak tiga kali dengan amplitudo 2-6 mm dan satu kali gempa vulkanik dalam. - Antara/Ari Bowo Sucipto.
Warga berfoto dengan latar belakang gunung Semeru terlihat di desa Supiturang, Pronojiwo, Lumajang, Jawa Timur, Jumat (10/12/2021). Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat dalam laporan per enam jam, gunung Semeru masih berada di status Waspada (level 2) dengan aktivitas awan panas serta kegempaan sebanyak tiga kali dengan amplitudo 2-6 mm dan satu kali gempa vulkanik dalam. - Antara/Ari Bowo Sucipto.

Bisnis.com, LUMAJANG - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan melakukan kajian komprehensif akan menentukan kemungkinan pengembangan wilayah untuk relokasi desa tertimbun letusan Gunung Semeru.

Sekretaris Badan Geologi Ediar Usman mengatakan kajian menyeluruh itu dilakukan guna menjamin rasa aman masyarakat dalam jangka panjang karena harus lengkap pemetaan geologi, morfologi, sungai, dan juga pemetaan air tanahnya.

"Kami akan ke lapangan untuk melakukan pemetaan dan identifikasi wilayah yang aman untuk ke depan," ujarnya dalam keterangan yang dikutip di Lumajang, Jumat (10/12/2021).

Badan Geologi akan memastikan tempat yang mereka usulkan memenuhi standar untuk sebuah desa yang dapat ditempati hingga waktu yang sangat panjang, sehingga tim memerlukan ketelitian dan kehati-hatian dalam menentukan pemukiman baru.

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Andiani mengatakan penentuan lokasi untuk memindahkan suatu desa yang terdampak bencana harus memastikan keberadaan sumber daya air, bukan hanya dari sisi keamanan dari dampak bencana.

"Jadi jangan sampai nanti ditempatkan di sana (lokasi baru), masyarakat tidak bisa melanjutkan hidup, atau pindah lagi ke (desa) yang lama, karena tidak ada air," ujar Andiani.

Lebih lanjut Andiani mengimbau masyarakat agar tidak beraktivitas dan menjauhi daerah yang terdampak untuk menghindari ancaman letusan sekunder, serta endapan bebatuan yang masih bersuhu tinggi.

Selain itu masih terdapat potensi terjadinya banjir lahar mengingat cuaca musim hujan masih akan berlangsung hingga awal tahun depan.

Masyarakat juga diimbau mewaspadai berita tidak benar atau hoaks terkait Gunung Semeru dengan mengakses informasi terkini melalui aplikasi Magma Indonesia, website dan media sosial resmi PVMBG.

Berdasarkan pantauan Antara, pada Jumat pagi ini, Puncak Semeru terlihat jelas dari pemukiman warga di Candipuro, Lumajang, Jawa Timur.

Perum Perhutani setuju memberikan pertimbangan teknis untuk lahan hutannya dijadikan tempat relokasi bagi korban yang kehilangan tempat tinggal akibat meningkatnya aktivitas Gunung Semeru, karena secara administrasi dan teknis tidak ada masalah.

"Pada prinsipnya secara administrasi dan teknis tidak ada masalah, sambil menunggu usulan serta pendataan dimana lokasi lokasi yang paling aman," kata Direktur Utama Perum Perhutani Wahyu Kuncoro, dalam siaran persnya yang diterima di Surabaya, Kamis (9/12/2021).

Wahyu, usai menemui Wakil Bupati Lumajang Indah Amperawati di Posko Siaga Bencana Perhutani di Desa Penanggal, Kecamatan Candipuro, Lumajang, mengatakan sepanjang sesuai prosedur dari Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KLHK), tidak ada masalah bagi Perhutani.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jatim jawa timur lumajang Gunung Semeru

Sumber : Antara

Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top