Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Cakupan Vaksinasi Ibu Hamil di Kab. Pasuran Mencapai 63,36 Persen

Vaksinasi kini dianjurkan agar penularan Covid-19 melalui ibu hamil dan menyusui bisa semakin ditekan.
Choirul Anam
Choirul Anam - Bisnis.com 02 Oktober 2021  |  09:26 WIB
Cakupan Vaksinasi Ibu Hamil di Kab. Pasuran Mencapai 63,36 Persen
Pelaksanaan vaksinasi untuk ibu hamil di Kab. Pasuruan. - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, PASURUAN — Ibu-ibu hamil di Kab. Pasuruan yang sudah divaksinasi Covid sudah mencapai 63,35 persen, sisanya diharapkan rampung pada Oktober.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pasuruan, dr Ani Latifah, mengatakan hingga Rabu (29/9/2021), jumlah ibu hamil di Kabupaten Pasuruan yang sudah divaksin mencapai 3.453 orang atau 63,36 persen dari target ibu hamil di daerah tersebut yang mencapai 5.450 orang.

“Vaksinasi ibu hamil sudah dimulai sejak dua pekan lalu,” katanya, Kamis (30/9/2021).

Dia menegaskan, perempuan hamil memiliki peningkatan risiko bergejala berat jika terinfeksi Covid-19. Bahkan diprediksi akan lebih parah jika menular pada wanita hamil dengan kondisi medis tertentu.

Oleh karenanya, vaksinasi kini dianjurkan agar penularan Covid-19 melalui ibu hamil dan menyusui bisa semakin ditekan.

Ibu hamil merupakan golongan yang rentan terinfeksi Covid-19. Karena itulah, vaksinasi terhadap mereka sangat penting untuk segera dilakukan. Apalagi pemberian vaksinasi Covid-19 bagi ibu hamil ini telah direkomendasikan oleh Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional.

Untuk ibu hamil, vaksin yang akan diberikan yakni Sinovac. Mereka yang bisa divaksin, yakni usia kehamilan di atas 13 pekan hingga 33 pekan. Sebanyak 1.997 ibu hamil yang belum divaksin disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya sedang dalam kondisi sakit ataupun memiliki komorbit tertentu, usia kandungan di bawah 13 pekan, dan ada yang enggan untuk divaksin dengan alasan takut atau tak mendapat izin suami.

"Sebelum divaksin tentu ada screening dari petugas kesehatan. Kalau ada komorbit, ya tidak boleh. Kalau lagi sakit ya ditunda hingga sembuh dulu. Nah bagi yang tidak mau, yang terpenting kami sudah menyarankan dan meyakinkan bahwa vaksin aman dan halal," katanya.

Ani menargetkan, cakupan vaksinasi ibu hamil akan terus meningkat seiring dengan meningkatnya pemahaman akan pentingnya vaksinasi.

"Vaksinasi ini adalah ikhtiyar untuk kita bisa menekan penyebaran Covid-19. Mudah-mudahan bulan depan sudah selesai semua untuk ibu hamil," ucapnya.(K24)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pasuruan jatim malang
Editor : Miftahul Ulum
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top