Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Koperasi Peternak Ayam Blitar Minta Jagung Segera Tersedia

Ketersediaan jagung dengan harga terjangkau merupakan kebutuhan mendesak peternak ayam di Blitar. Meski pemerintah berkomitmen memasok 30.000 ton, namun Bulog sebagai pihak yang menyediakan tidak memiliki stok.
Miftahul Ulum
Miftahul Ulum - Bisnis.com 30 September 2021  |  16:38 WIB
Pekerja mengeringkan jagung yang baru dipipil di Desa Balongga, Sigi, Sulawesi Tengah, Senin (6/9/2021). - Antara/Basri Marzuki
Pekerja mengeringkan jagung yang baru dipipil di Desa Balongga, Sigi, Sulawesi Tengah, Senin (6/9/2021). - Antara/Basri Marzuki

Bisnis.com, SURABAYA - Kalangan peternak ayam petelur/layer di Blitar, Jawa Timur, berharap jagung dengan harga terjangkau bisa segera tersedia di lapangan.

Ketua Pinsar Petelur Nasional, Yudianto Yosgiarso, mengatakan persoalan ketersediaan jagung sudah diingatkan sejak awal 2021. Namun demikian, kasus terkait ini jadi pembicaraan setelah peternak Suroto membentangkan poster saat Presiden Joko Widodo berkunjung di Blitar awal bulan ini.

"Kondisi carut marut sudah sejak lama, oversupply (ayam dan telur) sudah lama, tidak kunjung diselesaikan," jelasnya dalam diskusi daring soal validitas data jagung, Kamis (30/9/2021).

Oleh karena itu, komitmen pemerintah menyiapkan 30.000 ton jagung harus segera terealisasi.

"Kapan dibagikan pembagian jagungnya," kata Yudianto menirukan pertanyaan dari Sukarman, Ketua Koperasi Peternak Unggas Sejahtera Blitar yang disampikan ke Pinsar Petelur Nasional.

Sukarman juga mengatakan,"Kalau harus berbicara begini terus [dialog] tanpa tindakan cepat, akan menyulitkan peternak."

Yudianto juga menginformasikan penyediaan jagung bersusidi seharga Rp4.500 per kilogram juga jangan sampai membuat peternak trauma. Pasalnya, jagung yang dikirimkan Kementan ke Koperasi Peternak Ayam Blitar memiliki kadar air 25-29 persen. Standar kadar air jagung layak untuk pakan ayam 15 persen.

"Kalau jagung yang disampaikan di atas kadar, malah membunuh kami. Bahkan menyusahkan penerima, karena jagung basah," jelasnya.

Dalam jangka panjang, peternak ingin regulasi yang manjaga keseimbangan dunia perunggasan, bisa meliputi segmen pasokan benih, indukan, harga telur, harga jagung. Hal ini bertujuan agar tujuan menyediakan tujuan sandang dan pangan murah tercapai.

"Kami memohon, supaya adanya stabilisasi regulasi perunggasan," tegas Yudianto.

Ketua Pinsar Petelur Nasional juga menegaskan bersedia dijadikan mitra pemerintah guna memotret kondisi riil perunggasan di Tanah Air. Pasalnya dalam kasus harga telur, kelebihan produksi DOC 5 persen saja bisa menekan harga telur 40 persen.

"Siap kami beri informasi riil, supaya tidak dikeluarkan informasi abal-abal," tegasnya.

Diberitakan Antara, Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan Kementerian BUMN menugaskan Perum Bulog untuk memasok 30.000 ton jagung pakan kepada peternak rakyat dengan harga yang sesuai dengan Harga Acuan Pemerintah (HAP) yaitu Rp4.500 per kg seiring tingginya harga jagung di pasaran.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Oke Nurwan dalam diskusi daring di Jakarta, Kamis, mengatakan pemerintah telah melakukan rapat koordinasi terbatas dan menetapkan pengadaan 30.000 ton jagung pakan seharga Rp4.500 per kg kepada peternak rakyat dilakukan oleh Bulog dengan mekanisme Cadangan Stabilitas Harga Pangan (CSHP).

Hal tersebut, kata dia, dilakukan sebagai langkah intervensi pemerintah terhadap fluktuasi harga jagung di pasaran yang jauh melebihi HAP sesuai Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 7 Tahun 2020 tentang Harga Acuan Pembelian di Tingkat Petani dan Harga Acuan Penjualan di Tingkat Konsumen.

Mekanisme tersebut, lanjut Oke, sama halnya dengan intervensi pemerintah dalam stabilisasi harga beras di pasaran yang biasa dilakukan oleh Bulog ketika harganya mulai menanjak naik. Yang membuat perbedaan, kata dia, adalah Bulog memiliki Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang siap segera digelontorkan untuk menstabilkan harga di pasaran, sementara untuk jagung belum memiliki cadangan.

"Bulog tidak ada cadangan jagung pemerintah, sehingga begitu ditugaskan intervensi ke peternak seharga Rp4.500 per kg, Bulog harus cari-cari dulu," ujar Oke.

Direktur Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting Kemendag Isy Karim mengungkapkan langkah yang diambil pemerintah untuk memasok jagung ke peternak rakyat dengan menyerap jagung dari petani lokal.

Ia mengungkapkan pemerintah tidak mengambil opsi impor jagung karena harga per kg lebih dari Rp5.000, tidak lebih murah dari harga penjualan ke peternak rakyat sebesar Rp4.500 per kg. Oleh karena itu pemerintah lebih memilih untuk membeli jagung petani dalam negeri, meskipun harga di pasaran juga sudah tinggi.

Selisih dari pembelian jagung oleh Bulog dari petani dalam negeri yang berkisar antara Rp5.000 hingga Rp6.000 per kg dengan penjualan ke peternak rakyat Rp4.500 per kg, akan diganti oleh Kemendag dalam rangka pengendalian stabilitas harga pangan skema CSHP.

Pengadaan jagung pakan seharga Rp4.500 per kg tersebut hanya akan diberikan pada peternak rakyat karena menjadi pihak yang paling merugi dengan kenaikan harga jagung saat ini.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jagung peternakan jatim harga jagung peternak ayam blitar

Sumber : Bisnis dan Antara

Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top