Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sistem Resi Gudang di Jatim Belum Maksimal Dimanfaatkan

Keberadaan SRG menjadi sebuah instrumen yang memberikan manfaat berupa sarana pembiayaan serta sarana tunda jual untuk kelancaran perdagangan komoditas.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 09 Juni 2021  |  16:44 WIB
Ilustrasi.
Ilustrasi.

Bisnis.com, SURABAYA — Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan mendorong Pemprov Jatim untuk memanfaatkan Sistem Resi Gudang (SRG) lantaran dalam implementasinya masih belum optimal.

Wakil Menteri Perdagangan, Jerry Sambuaga mengatakan untuk mendorong optimalisasi pemanfaatan SRG tersebut pihaknya terus melakukan evaluasi termasuk di wilayah Jatim.

“Saya berharap keberadaan SRG yang sudah kami bangun ini menjadi sebuah instrumen yang memberikan manfaat berupa sarana pembiayaan serta sarana tunda jual untuk kelancaran perdagangan komoditas,” ujarnya dalam Rakor Percepatan SRG Jatim, Rabu (9/6/2021).

Dia mengatakan pihaknya sempat melakukan peninjauan di gudang-gudang SRG di Lamongan dan Tuban. Dari hasil kunjungan tersebut, pemanfaatan SRG di Jatim ternyata belum berjalan dengan optimal dan masih terdapat beberapa kendala.

Untuk itu, lanjutnya, perlu ada penerapan 5 faktor yang menjadi kunci keberhasilan dari pelaksanaan SRG di antaranya profesionalitas sebagai pengelola gudang SRG, kemandirian pelaku pemilik komoditi, dukungan dan kelengkapan sarana prasarana dan kelembagaan dalam SRG, adanya akses hulu hingga hilir dalam satu mata rantai Resi Gudang.

“Dan yang tidak kalah penting adalah dukungan dan sinergi pemerintah pusat dan daerah sehingga tujuan mensejahterakan petani bisa terwujud,” imbuhnya.

Kepala Biro Pembinaan dan Pengawasan SRG dan PLK, Widiastuti menjelaskan SRG  sendiri memiliki fungsi sebagai manajemen stok dan tunda jual, serta sebagai sarana pembiayaan.

“Sejumlah komoditas bisa memanfaatkan SRG ini seperti gabah, beras, jagung, ikan, ayam beku karkas, gula kristal putih, garam dan komoditas lainnya,” katanya.

Dia memaparkan saat ini Kemendag telah membangun 123 gudang SRG yang tersebar di 105 kota/kabupaten. Dari jumlah tersebut sebanyak 23 gudang berada di Jatim yang tersebar di 17 kabupaten.

“Dari 23 gudang itu, ada 15 gudang telah beroperasi dengan menerbitkan sebanyak 364 resi gudang senilai Rp96,61 miliar, dan telah mendapatkan pembiayaan dari bank atau lembaga non bank sebesar Rp56 miliar,” jelasnya.

Hingga saat ini sudah ada 20 komoditas yang bisa disimpan di gudang SRG, yaitu, gabah, garam, beras, gambir, jagung, teh, kopi, kopra, kakao, timah, lada, bawang merah, karet, ikan, rumput laut, pala, kedelai, gula kristal, rotan, dan ayam beku karkas. 

Widiastuti menambahkan SRG ini diyakini akan mampu mendorong UMKM sektor pertanian, perkebunan dan perikanan karena terhubung dengan perbankan terutama bank BUMN guna memberikan pembiayaan usaha.

“Jadi dengan adanya barang yang disimpan di SRG, petani dapat mengajukan pinjaman kepada perbankan sehingga manfaatnya cukup besar bagi para petani,” imbuhnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jatim gabah resi gudang
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top