Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Madiun dan Ngawi Pimpin Penambahan Covid-19 di Jatim

kasus aktif di Kabupaten Madiun sebanyak 159 orang, Kabupaten Magetan 112 orang, Ngawi 76 orang, Kabupaten Blitar 92 orang, Kabupaten Ponorogo 85 orang, Kabupaten Banyuwangi 97 orang, Kota Surabaya 100 orang, Kabupaten Tulungagung 108 orang.
Miftahul Ulum
Miftahul Ulum - Bisnis.com 17 Mei 2021  |  16:45 WIB
Madiun dan Ngawi Pimpin Penambahan Covid-19 di Jatim
Petugas medis melakukan tes usap antigen kepada pegawai di lingkungan Pemkab Kediri, Jawa Timur, Senin (17/5/2021). Tes usap antigen di hari pertama masuk kerja usai libur Idul Fitri 1442 H tersebut guna menangkal penyebaran Covid-19 di lingkungan perkantoran pemerintah daerah setempat. - Antara/Prasetia Fauzani.
Bagikan

Bisnis.com, SURABAYA - Provinsi Jawa Timur melaporkan kasus Covid-19 bertambah 202 orang per Senin (17/5/2021) sehingga kumulatif ada 151.450 orang.

Pasien sembuh bertambah 279 orang sehingga kumulatif 138.809 orang. Pasien meninggal bertambah 27 orang sehingga kumulatif 110.97 orang.

Kasus aktif di wilayah dengan 38 kabupaten/kota sebanyak 1.544 orang.

Bila dibandingkan dengan data sebelumnya, terjadi peningkatan kasus baru. Kasus Covid-19 pada Minggu (16/5/2021) bertambah 164 orang, sembuh bertambah 164 orang, meninggal bertambah 18 orang.

Sedangkan pada Sabtu (15/5/2021), pasien terkonfirmasi bertambah 183 orang, sembuh 232 orang dan meninggal 25 orang. Jumat (14/5/2021), pasien terkonfirmasi bertambah 141 orang, sembuh 173, dan meninggal 17 orang.

Kamis (13/5/2021), terdapat pasien terkonfirmasi 148 orang, sembuh 156 orang dan meninggal 11 orang. Rabu (12/5/2021), pasien terkonfirmasi Covid-19 sebanyak 248 orang, sembuh 236 orang dan meninggal 23 orang.

Adapun dari tambahan 202 orang terkonfirmasi Covid-19 pada Senin (17/5/2021), rinciannya sebanyak 25 dari Kabupaten Madiun, 20 dari Kabupaten Ngawi, 18 dari Kabupaten Ponorogo, 15 dari Kota Surabaya, 14 dari Kabupaten Magetan, 12 dari Kabupaten Malang dan 10 dari Kabupaten Blitar.

Selanjutnya, sebanyak 9 orang dari Kota Madiun, 9 dari Kabupaten Tulungagung, 8 dari Kota Malang, 7 dari Kabupaten Banyuwangi, 7 dari Kabupaten Nganjuk, 5 orang dari Kabupaten Gresik, 5 dari Kabupaten Trenggalek, 5 dari Kabupaten Sidoarjo, 5 dari Kota Batu, 4 dari Kabupaten Lamongan, 3 dari Kabupaten Pacitan, 3 dari Kabupaten Tuban, 3 dari Kabupaten Bondowoso, 2 dari Kabupaten Bojonegoro.

Sebanyak 2 dari Kabupaten Jombang, 2 dari Kota Mojokerto, 2 dari Kabupaten Pasuruan, 2 dari Kota Blitar, 1 dari Pamekasan, 1 dari Kabupaten Kediri, 1 dari Kota Kediri dan 1 dari Sampang dan 1 dari Mojokerto.

Sementara kasus aktif di Kabupaten Madiun sebanyak 159 orang, Kabupaten Magetan 112 orang, Ngawi 76 orang, Kabupaten Blitar 92 orang, Kabupaten Ponorogo 85 orang, Kabupaten Banyuwangi 97 orang, Kota Surabaya 100 orang, Kabupaten Tulungagung 108 orang, Kabupaten Nganjuk 87 orang, Kota Madiun 68 orang.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengonfirmasi kasus baru penularan virus corona penyebab Covid-19 varian B117 asal Inggris dan varian B1351 asal Afrika Selatan.

Juru Bicara Penanganan Covid-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi pada Senin (17/5/2021) mengatakan bahwa penularan dua varian virus corona hasil mutasi tersebut ditemukan pada pekerja migran yang pulang ke Indonesia.

"Mutasi virus baru itu dibawa oleh pekerja migran Indonesia (PMI) yang pulang," katanya melalui pesan singkat kepada Antara di Jakarta.

Menteri Kesehatan meminta para kepala daerah memperbanyak pemeriksaan untuk mendeteksi penularan varian baru virus corona serta mengingatkan warga untuk disiplin menjalankan protokol kesehatan agar terhindar dari penularan virus corona.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jatim madiun ngawi

Sumber : Pemprov Jatim dan Antara

Editor : Miftahul Ulum
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top