Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Peluang Usaha Jamur Merang Cukup Menjanjikan

Bahan baku media jerami yang bisa saya dapatkan secara cuma-cuma dari pabrik penggilingan padi yang ada di sekitar rumah.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 27 April 2021  |  11:22 WIB
Foto dok. Salah seorang petani memanen jamur merang di Desa/Kecamatan Sumbersuko, Kabupaten Lumajang. - Diskominfo Lumajang
Foto dok. Salah seorang petani memanen jamur merang di Desa/Kecamatan Sumbersuko, Kabupaten Lumajang. - Diskominfo Lumajang

Bisnis.com, LUMAJANG - Petani jamur merang Asrofin mengatakan peluang usaha jamur merang di pasaran Lumajang, Jawa Timur, cukup bagus, bahkan permintaan masyarakat akan komoditas tersebut cukup tinggi.

"Jamur merang merupakan salah satu jenis jamur yang paling diminati masyarakat karena teksturnya yang lembut mendekati daging, namun tidak banyak petani yang membudidayakannya karena perawatannya yang rumit," katanya di Lumajang, Selasa (27/4/2021).

Petani asal Desa/Kecamatan Sumbersuko itu memulai budi daya jamur merang pada pertengahan 2015 dan berbekal modal sekitar Rp50 juta yang dipinjam dari perbankan untuk membangun empat tempat penangkaran jamur.

"Saya memilih usaha jamur merang karena melihat potensi bahan baku yang ada di Kabupaten Lumajang melimpah yakni menggunakan media jerami yang bisa saya dapatkan secara cuma-cuma dari pabrik penggilingan padi yang ada di sekitar rumah," tuturnya.

Saat awal memasarkan jamur merang, Asrofin mengaku kesulitan karena banyak orang belum mengetahui kalau jamur tersebut merupakan jamur konsumsi, bahkan dirinya sempat memberikan KTP nya sebagai jaminan.

"Dulu itu susah waktu awal-awal jualan karena banyak orang tidak tahu. Mereka takut jamur yang saya jual beracun, sehingga saya sampai memberikan KTP agar percaya," katanya.

Seiring berjalan waktu, Asrofin yang saat ini dibantu istri dan satu orang pegawainya mulai menawarkan jamur merang kepada para pengepul yang ada di pasar dan hingga saat justru kewalahan karena hasil panennya belum bisa mencukupi permintaan pasar.

"Untuk sekali panen, satu penangkaran bisa menghasilkan 10-15 kilogram, namun tergantung kondisi. Selama satu bulan, panen bisa dilakukan sampai 15 kali," ujarnya.

Ia mengatakan satu penangkaran bisa menghasilkan keuntungan kurang lebih Rp2 juta per bulan, sehingga prospek budidaya jamur merang di Lumajang cukup menjanjikan.

"Permintaan pasar itu besar dan saya belum bisa memenuhi kebutuhan konsumen karena di Kecamatan Senduro saja itu sehari bisa terjual 20 kilogram," katanya.

Ia berharap nantinya akan lahir banyak petani jamur merang untuk mencukupi kebutuhan pasar karena potensi pasar di Kabupaten Lumajang cukup tinggi, sehingga hal tersebut menjadi peluang yang baik untuk perekonomian masyarakat.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jatim lumajang

Sumber : Antara

Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top