Jatim Perbesar Potensi Perdagangan dengan Provinsi Maluku Utara

Pada tahun lalu, transaksi perdagangan Jatim ke Maluku Utara mencapai Rp1,3 triliun, sedangkan perdagangan dari Malut ke Jatim mencapai Rp930 miliar sehingga Jatim mengalami surplus.
Misi dagang Jatim ke Malut./Ist
Misi dagang Jatim ke Malut./Ist

Bisnis.com, SURABAYA - Pemerintah Provinsi Jawa Timur tengah gencar memperbesar potensi perdagangan antar provinsi salah satunya dengan Maluku Utara yang selama ini kedua daerah memiliki komoditas unggulan masing-masing.

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parwansa mengatakan perdagangan antara Jatim - Maluku Utara selama ini sudah terjalin. Malut selama ini menyuplai komoditas rempah-rempah, ternak, minyak kayu putih, hasil laut atau perikanan, serta nikel dan biji besi.

“Sebaliknya Jatim menyuplai komoditas seperti ayam beku, beras, bibit tanaman, jagung, pipa besi, serta bahan pangan untuk Malut,” katanya dalam rilis, Kamis (8/4/2021).

Dia menjelaskan pada tahun lalu, transaksi perdagangan Jatim ke Maluku Utara mencapai Rp1,3 triliun, sedangkan perdagangan dari Malut ke Jatim mencapai Rp930 miliar sehingga Jatim mengalami surplus.

“Market di Jatim sangat potensial dengan jumlah penduduk mencapai hampir 41 juta orang, dan banyak bahan baku industri yang dibutuhkan Jatim. Selain itu juga ada kerja sama bidang pertanian gapoktan Jatim belajar ke Malut dan sebaliknya,” imbuhnya.

Adapun Gubernur Jatim Khofifah telah melakukan misi dagang ke Maluku Utara pada 8 April 2021. Dalam misi dagang itu, Jatim membawa sebanyak 50 pelaku usaha, dan Malut membawa 100 orang pengusaha.

Pelaku usaha dari Jatim datang dengan membawa berbagai macam komoditas perdagangan seperti ayam beku, beras, bibit tanaman, jagung dan pipa besi. Sedangkan Malut memamerkan berbagai produk rempah-rempah.

"Alhamdulillah sampai pukul 16.00 WIT, transaksinya sudah tercatat mencapai Rp500 miliaran. Ini menunjukkan perdagangan antara Jatim dan Malut cukup potensial," imbuhnya.

Dalam misi dagang itu, Jatim dan Malu juga melakukan penandatangan Perjanjian Kerjasama (PKS) di sektor perindustrian, pemberdayaan koperasi dan UMKM, serta PKS antara Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Jatim dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Malut.

"Di Jatim kami tengah mengembangkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), dan tambang nikel serta hilirnya  ada di Malut. Tentunya, ini bisa menjadi potensi komoditas perdagangan yang bisa dioptimalkan antara Jatim-Malut," imbuh Khofifah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Penulis : Peni Widarti
Editor : Miftahul Ulum

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper