Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Tanto Intim Line Bersiap Tambah Trayek

Tanto semakin ingin memperkuat posisinya dalam dunia pelayaran yakni ingin melayani seluruh provinsi di Indonesia.
Perayaan HUT Tanto Intim Line Ke-50 / Foto : Syaharuddin Umngelo/Bisnis
Perayaan HUT Tanto Intim Line Ke-50 / Foto : Syaharuddin Umngelo/Bisnis

Bisnis.com, SURABAYA — Perusahaan pelayaran PT Tanto Intim Line tengah bersiap untuk melebarkan sayapnya dengan memerluas trayek pelayaran hingga menjadi 35 trayek dengan 33 cabang. 

Direktur Operasional Tanto Intim Line, Arfan Hani mengatakan memasuki usianya yang 50 tahun, Tanto semakin ingin memperkuat posisinya dalam dunia pelayaran yakni ingin melayani seluruh provinsi di Indonesia. 

“Saat ini total layanan kami baru ada 29 cabang, dengan sebanyak 33 trayek, dan rata-rata penambahan cabang maupun trayek kami selalu mengikuti perkembangan kebutuhan pasar dan pembangunan sebuah pelabuhan yang mampu disinggahi kapal besar,” jelasnya di sela-sela acara Tanto Berbagi Bersama dalam HUT Ke-50, Kamis (1/4/2021). 

Dia mencontohkan, di Sulawesi Barat belum masuk, dan mungkin belum ada pelabuhan yang memadai untuk disinggahi kapal kontainer. Menurutnya, ini sudah saatnya harus ada pelabuhan yang bagus dan layak untuk melayani kapal kontainer besar, termasuk di Kalimantan sebagai persiapan menjadi sebuah ibu kota baru. 

Arfan mengatakan selama puluhan tahun perseroan berupaya melayani konsumen dengan komitnen tinggi walau dalam kondisi apapun termasuk pada saat pandemi. Untuk menjaga kepercayaan relasi, Tanto mengutamakan ketepatan jadwal pelayaran hingga mengembangkan fasilitas teknologi yang membantu konsumen memantau keberadaan barangnya ketika dalam pengiriman. 

“Inilah kunci perjalanan Tanto sampai 50 tahun, yaitu menjaga kepercayaan konsumen, servis tetap kami utamakan,” imbuhnya. 

Ketua Indonesia National Shipowners Association (INSA) Surabaya, Stenvens Handry Lesawengen mengatakan ke depan potensi industri pelayaran semakin besar. Namun begitu dalam kondisi pandemi seperti sekarang ini dibutuhkan stimulus di sektor logistik. 

“Dulu kita ada subsidi bahan bakar, lalu selama 15 tahun ini kita sudah tidak ada subsidi, dan dikenakan tarif Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) ketika masuk pelabuhan, nah kita mau kalau bisa PNBP dihilangkan, kedua PPN bahan bakar juga dipertibangkan,” katanya. 

Stenvens juga menambahkan untuk menunjang industri pelayaran dan juga logistik, pemerintah perlu melakukan standarisasi pelayanan untuk seluruh pelabuhan, yakni di setiap pelabuhan dibangun pelabuhan kontainer agar seluruh nusantara bisa terlayani. 

“Tentu tujuannya adalah untuk pemberdayaan ekonomi di daerah, sehingga wilayah timur terlayani dengan bagus,” imbuhnya.

 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Peni Widarti
Editor : Miftahul Ulum
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper