Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Covid-19 di Madiun Melonjak saat PPKM Mikro Jilid Kedua

Perinciannya, pada Rabu (24/2/2021) ada tambahan positif Covid-19 ada 41 kasus. Ini merupakan tambahan kasus terbanyak selama masa PPKM skala mikro.
Abdul Jalil
Abdul Jalil - Bisnis.com 25 Februari 2021  |  10:13 WIB
Tren kasus Covid/19 di Kabupaten Madiun.
Tren kasus Covid/19 di Kabupaten Madiun.

Bisnis.com, MADIUN — Kasus konfirmasi positif Covid-19 Kabupaten Madiun mengalami peningkatan cukup tinggi pada awal Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro jilid kedua.

Masa PPKM skala mikro lanjutan ini dimulai Selasa (23/2/2021) hingga Senin (8/3/2021). Dalam dua hari terakhir atau awal PPKM skala mikro jilid II justru terjadi lonjakan yang cukup signifikan. Ada tambahan 64 kasus positif dan empat orang meninggal dunia.

Perinciannya, pada Rabu (24/2/2021) ada tambahan positif Covid-19 ada 41 kasus. Ini merupakan tambahan kasus terbanyak selama masa PPKM skala mikro.

Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Madiun, Mashudi, mengatakan Rabu ini ada tambahan 41 kasus positif baru. Selain itu juga ada dua pasien positif Covid-19 yang meninggal dunia.

Keduanya yakni seorang pria lanjut usia dari Kelurahan Kincang Wetan, Kecamatan Jiwan, dan pria lanjut usia dari Desa Kepet, Kecamatan Dagangan. “Pasien sembuh hari ini hanya 14 orang. Sedangkan tambahan positif 41 orang,” kata Mashudi.

Mashudi menyampaikan total kasus positif Covid-19 Kabupaten Madiun hingga Rabu mencapai 1.625 orang dengan jumlah kasus kematian 118 orang. Pasien sembuh totalnya tercatat 1.427 orang. Sedangkan pasien positif aktif ada 80 orang.

Perinciannya 46 pasien menjalani perawatan rumah sakit dan 34 pasien isolasi mandiri. Kabupaten Madiun secara resmi telah memperpanjang pelaksanaan PPKM skala mikro. Mengenai aturan yang berlaku selama PPKM skala mikro jilid II ini masih sama seperti sebelumnya.

Beberapa aturan selama PPKM skala mikro jilid II ini antara lain membatasi tempat kerja dengan menerapkan WFH 50 persen dan WFO 50 persen. Kegiatan pembelajaran dilakukan secara daring. Tempat wisata dan tempat hiburan ditutup.

Pembatasan jam operasional pasar umum tradisional pukul 03.00 WIB sampai 21.00 WIB dan pasar hewan pukul 05.00 WIB sampai 12.00 WIB dengan tetap memberlakukan protokol kesehatan secara ketat.

Pembatasan jam operasional toko modern atau pusat perbelanjaan sampai pukul 21.00 WIB. Kegiatan restoran, warung makan, angkringan, PKL di tempat maksimal 50 persen dari kapasitas normal.

Kegiatan masyarakat yang dapat menimbulkan keramaian dan kerumunan seperti hajatan, resepsi pernikahan, dan kegiatan sosial keagamaan dilarang.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jatim madiun

Sumber : JIBI/Solopos

Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top