Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Arus Penumpang di Terminal Ngawi Saat Libur Imlek, Begini Pantauannya

Jumlah penumpang bus antarkota antarprovinsi (AKAP) yang turun di terminal tipe A itu tercatat sebanyak 6.586 orang pada Jumat, 12 Februari 2021.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 13 Februari 2021  |  16:58 WIB
Arus Penumpang di Terminal Ngawi Saat Libur Imlek, Begini Pantauannya
Ilustrasi imbauan penerapan protokol kesehatan di terminal. - Antara
Bagikan

Bisnis.com, NGAWI - Terminal Kertonegoro Ngawi, Jawa Timur menyatakan jumlah penumpang yang turun di terminal setempat tergolong sepi pada libur Tahun Baru China atau Imlek tahun 2021.

"Jumlah penumpang yang turun di Terminal Ngawi tidak ada kenaikan yang signifikan. Jumlahnya tidak jauh berbeda dengan hari-hari biasa," ujar Kepala UPT Terminal Kertonegoro Ngawi Ali Imron Hariyadi di Ngawi, Sabtu (13/2/2021).

Sesuai data, jumlah penumpang bus antarkota antarprovinsi (AKAP) yang turun di terminal tipe A itu tercatat sebanyak 6.586 orang pada Jumat, 12 Februari 2021.

"Sedangkan dari bus antarkota dalam provinsi (AKDP) ada sebanyak 702 penumpang. Jadi relatif stabil," kata dia.

Adapun, rata-rata jumlah penumpang yang turun di Terminal Kertonegoro Ngawi pada akhir pekan mencapai 8.000-an orang.

Ia menilai tidak banyaknya jumlah penumpang yang turun dan berangkat di Terminal Ngawi tersebut dipengaruhi oleh kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat.

Kondisi tersebut membuat sejumlah warga menunda bepergian saat libur perayaan Imlek tahun ini yang berlangsung di saat pandemi COVID-19.

Kendati tidak ada lonjakan jumlah penumpang, pihaknya tetap melakukan antisipasi. Salah satunya menyiapkan sejumlah petugas selama 24 jam untuk melakukan pemantauan terhadap penumpang. Pemantauan yang diperhatikan di antaranya terkait penerapan protokol kesehatan.

Jika petugas mendapati penumpang yang suhu tubuhnya di atas normal, kata dia, akan mendapat perlakuan khusus. Salah-satunya ditelusuri riwayat perjalanannya serta menjalani pemeriksaan medis.

"Kami bekerja sama dengan tenaga medis untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan," kata dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jatim ngawi

Sumber : Antara

Editor : Miftahul Ulum
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top