Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Penanganan Dampak Banjir Pasuruan, Disiapkan Relokasi Rumah & Rekonstruksi Jembatan

Rekonstruksi atau menyambungkan kembali jembatan yang putus ini sangat dibutuhkan karena jembatan tersebut merupakan akses yang menghubungkan Dusun Ngerong dan Dusun Payaman.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 05 Februari 2021  |  19:51 WIB
Puing-puing rumah menumpuk usai banjir bandang di Desa Kepulungan, Gempol, Pasuruan, Jawa Timur, Kamis (4/2/2021). Banjir bandang akibat luapan Sungai Kambeng tersebut mengakibatkan 11 rumah rusak parah, tiga rumah rata dengan tanah dan puluhan rumah rusak ringan. - Antara/Umarul Faruq.
Puing-puing rumah menumpuk usai banjir bandang di Desa Kepulungan, Gempol, Pasuruan, Jawa Timur, Kamis (4/2/2021). Banjir bandang akibat luapan Sungai Kambeng tersebut mengakibatkan 11 rumah rusak parah, tiga rumah rata dengan tanah dan puluhan rumah rusak ringan. - Antara/Umarul Faruq.

Bisnis.com, SURABAYA - Pemerintah Provinsi Jawa Timur tengah menyiapkan skema relokasi rumah bagi warga yang terdampak bencana banjir di Kabupaten Pasuruan, termasuk segera melakukan rekonstruksi jembatan yang putus di Desa Ngerong, Kecamatan Gempol.

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa mengatakan rekonstruksi atau menyambungkan kembali jembatan yang putus ini sangat dibutuhkan karena jembatan tersebut merupakan akses yang menghubungkan Dusun Ngerong dan Dusun Payaman.

“Saya sudah menghubungi Kadis Perhubungan dan Plt Bina Marga, saya minta dilakukan rekonstruksi, dan estimasi paling cepat 2 bulan untuk DED nya (Detail Engineering Design),” katanya dalam rilis, Jumat (5/2/2021).

Dia menambahkan, format anggaran untuk konstruksi jembatan rusak, tanggul jebol dan sedimen sungai yang harus diperbaiki ini rencananya menggunakan pembiayaan dari PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI).

Sedangkan untuk proses relokasi dan recovery rumah warga yang rusak sudah dikoordinasikan dengan Bupati Pasuruan. Saat ini pun sedang disiapkan skema relokasi agar warga terdampak bisa memperoleh hunian sementara.

"Untuk relokasi kita siapkan hunian yang lebih layak, termasuk recovery secara psikologis bagi korban bencana yang trauma. Biasanya proses recovery ini lebih efektif bila melibatkan tokoh-tokoh lokal setempat,” jelasnya.

Diketahui banjir telah menerjang Kabupaten Pasuruan pada 3 Februari 2021 setelah Sungai Kedunglarangan dan Sungai Kabeng Pulungan meluap karena diguyur hujan dengan intensitas tinggi.

Banjir tersebut melanda 4 Kecamatan di Kabupaten Pasuruan, yakni Kecamatan Gempol Bangil, Beji dan Kraton. Bencana banjir ini pun mengakibatkan 2 orang warga meninggal dunia, 6 rumah hanyut, 40 orang mengungsi dan 8 rumah mengalami rusak berat dan 31 rumah mengalami rusak ringan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pasuruan jatim khofifah
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top