Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Industri Tisu Jatim Optimistis Tumbuh Positif Tahun Ini

Potensi permintaan pasar yang positif ini juga tidak lepas dari kondisi pandemi yang mengubah kebiasaan masyarakat secara signifikan, termasuk dalam penggunaan tisu.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 20 Januari 2021  |  19:15 WIB
Industri tisu. - JIBI
Industri tisu. - JIBI

Bisnis.com, SURABAYA - Industri kertas tisu/karton di Jawa Timur meyakini tren permintaan pasar terutama sasaran ekspor tahun ini akan mengalami pertumbuhan meski masih dalam kondisi pandemi Covid-19.

Direktur Komersial PT Sun Paper Source, Jovita Christin Wijaya mengatakan dihadang pandemi Covid-19 yang sempat membuat permintaan kertas tisu turun, tetapi perlahan permintaan pasar kembali naik.

“Potensi permintaan pasar yang positif ini juga tidak lepas dari kondisi pandemi yang mengubah kebiasaan masyarakat secara signifikan, termasuk dalam penggunaan tisu. Sebab masyarakat makin teredukasi pentingnya higienitas dalam kehidupan sehari-hari,” katanya, Rabu (20/1/2021).

Dia mencontohkan, di era pandemi virus ini, kebutuhan tisu menjadi sangat beragam mulai untuk menutup bersih, untuk melapisi masker sebagai filter, untuk mengeringkan tangan setelah mencuci tangan, hingga untuk mengambil/menyentuh barang guna mengantisipasi penyebaran virus melalui sentuhan.

BPS Jatim mencatat tren ekspor Jatim pada 2020 secara umum mengalami penurunan 5,52 persen (yoy). Namun khusus komoditas dengan kategori kertas/karton termasuk tisu justru mengalami peningkatan dalam beberapa bulan di akhir 2020. Pada November 2020 tercatat ekspor kertas/karton ini mencapai US$62,83 juta, lalu pada Desember 2020 naik 23,02 persen menjadi US$77,29 juta.

“Tahun lalu pasar sempat lesu di awal pandemi lalu mulai April baru ada peningkatan meskipun permintaannya tidak seperti biasanya. Begitu juga dengan Sun Paper Source yang mencatatkan ekspor 2020 naik 6 persen (Yoy), bahkan naik 9 persen pada Desember 2020 dibandingkan bulan sebelumnya,” jelasnya.

Jovita menambahkan untuk memenuhi permintaan pasar tahun ini perseroan akan memperbesar produk di segmen tisu siap pakai dengan menargetkan produksi kertas bisa mencapai 150.000 ton per tahun.

Selama ini perseroan memang lebih banyak melayani ekspor gelondongan yang akan dikemas ulang oleh manufaktur di luar negeri. “Ini kesempatan untuk memperbesar segmen finished product tanpa mengurangi volume ekspor jumbo rolls,” imbuhnya.

Dalam kesempatan berbeda, Direktur PT Suparma Tbk, Hendro Luhur, tahun ini penjualan kertas tisu diharapkan bisa semakin pulih sehingga perseroan pun menargetkan kinerja penjualan 2021 bisa mencapai Rp2,6 triliun.

“Tapi target tahun ini masih setara dengan kondisi 2019, tetapi kalau dibandingkan target 2020 sebesar Rp2,1 triliun, maka tahun ini diproyeksi tumbuh 23,6 persen,” ujarnya.

Dia mengatakan kondisi pandemi tahun ini memang cukup memukul industri tisu terutama dari permintaan sektor hotel, kafe dan restoran (horeka) yang sempat tiarap lantaran adanya pembatasan sosial berskala besar.

“Kondisi pandemi ini juga berdampak pada turunnya kapasitas produksi 2020 yang hanya mencapai 196.400 ton, sedangkan 2019 bisa mencapai 205.205 ton,” imbuhnya.

Meski mengalami penurunan permintaan akibat pandemi, lanjut Hendro, tetapi perseroan tidak mengalami perubahan jumlah konsumennya terutama produk paper craft.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

suparma industri kertas tisu
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top